Wahidin Halim Dampingi Jokowi Saat Tinjau Lokasi Korban Banjir

Beritatransparansi.co.id, Lebak – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) hari ini sambangi korban dampak banjir di Kabupaten Lebak yang didampingi oleh Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim (WH), Selasa, (7/1/20).

Turut juga mendampingi Presiden yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

Presiden bersama rombongan meninjau lokasi banjir bandang di Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong. Salah satunya lokasi yang dikunjungi adalah Pondok Pesantren La Tansa yang terdampak banjir bandang dan meninjau beberapa bangunan dan fasilitas yang rusak akibat banjjir bandang di Pondok Pesantren La Tansa.

Baca Juga:  Bupati Tuba Winarti Ikuti Kegiatan Simbolis Suntik Vaksin Covid-19

Selanjutnya, rombongan meninjau para pengungsi di Gelanggang Olah Raga (GOR) Lebak Gedong. Presiden hendak memastikan kebutuhan warga terdampak bencana terpenuhi.

Dihadapan Presiden, WH mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam hal penanganan bencana sudah sesuai dengan prosedur.

“Untuk penanganan dampak banjir bandang di Kabupaten Lebak sudah sesuai protap (Prosedur Tetap, red), ” ujarnya.

Pemprov Banten, sambungnya, bersama tim relawan telah mendirikan Posko Pengungsian, evakuasi korban, distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, serta membuka akses jalan yang terputus.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengaku telah mendapatkan laporan ada 30 jembatan penting yang menghubungkan antar desa yang perlu segera diselesaikan. Sebanyak 19 sekolah mengalami kerusakan, dan 1.410 rumah rusak.

Baca Juga:  PT. GPM Klaim Pengadaan Bandwidth Sudah Sesuai Kontrak

“Tadi saya sudah perintah ke Menteri PU agar dalam 3-4 bulan itu semuanya sudah bisa diselesaikan,” kata Presiden.

Mengingat masih cuaca ekstrem, Jokowi menghimbau kepada seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari tingkat desa agar terus waspada terhadap kemungkinan bencana. Terutama mengingat puncak musim hujan masih akan berlangsung sampai bulan depan.

“Ini masih musim hujan yang ekstrem, masih akan berlangsung terus sesuai yang disampaikan BMKG sampai bulan Febuari agar masyarakat terus dan tetap waspada karena tanah-tanah terutama di sekitar Kecamatan Sukajaya sangat rawan longsor,” kata Presiden. (abt/red)