Usai Direlokasi, PKL Pagebangan Berebut Tempat Strategis di Pasar Blok F

BeritaTransparansi.co.id, Cilegon – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan ikan dan lain-lain dibahu jalan dan trotoar Jalan Pagebangan, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang ditertibkan secara paksa oleh Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon, lantaran masih nekat berjualan. Padahal sebelumnya sudah diperingatkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon untuk tidak berjualan disana lagi, karena para pedagang sudah bersedia direlokasi ke Pasar Blok F,  yang masuk wilayah Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kamis (16/01/2020).

Relokasi PKL tersebut bukan tanpa alasan, karena selama ini telah menggangu lalulintas sehingga menyebabkan kemacetan apalagi lokasinya berdekatan dengan perlintasan Kereta Api (KA).

Pada penertiban itu, para PKL nampak pasrah melihat barang-barang jualannya diangkut oleh mobil pickup plat merah untuk dipindahkan ke Pasar Blok F Kota Cilegon. 

Kepala Seksi Pengendalian Operasional pada Dinas Satpol PP Kota Cilegon, Suroto mengatakan penertiban para PKL cukup kondusif walaupun sempat ada perdebatan dengan salah satu pedagang. 

Baca Juga:  Tekan Penyebaran Covid-19, Polsek Pesisir Selatan Giat Operasi Yustisi Disiplin Prokes

“Sebagian besar sudah menempati tempat yang tersedia yang di Pasar Kelapa Kavling Blok F, karena itu sudah ada petunjuk dari Disperindag. Kemarin sempat ada koordinasi dan hari ini adalah pelaksanaan penataan atau pemindahan. Sebagian besar PKL yang ada dijalur Pagebangan pindah ke Pasar Kelapa Kavling Blok F,” kata Suroto kepada awak media disela kegiatan penertiban, Kamis (16/1).

Suroto mengatakan sebelumnya ada sekitar 20 pedagang yang mendapatkan surat himbauan. Tapi ada beberapa pedagang yang tidak mengindahkan sehingga, pihaknya hari ini (kemarin) melakukan penertiban. Kedepan kata Suroto, akan melakukan pengawasan dilokasi tersebut dengab menempatkan personil, agar para PKL tidak berjualan kembali. 

“Kedepannya, kita tetap akan melakukan pematauan-pemantauan sesuai dengan intruksi dari pimpinan. Setelah pemindahan ini, nanti ada pemantauan patroli rutin. Kita tetap pantau dengan personil kita,” tuturnya. 

Baca Juga:  PT. GPM Klaim Pengadaan Bandwidth Sudah Sesuai Kontrak

Suroto menambahakan, untuk sementara yang menggangu lalu lintas yang ditertibakan seperti diluar pagar dan diatas trotoar.

“Untuk yang dibelakang pagar kita menunggu intruksi pimpinan. Yang ditertibkan saat ini banyak pedagang-pedagang baru sepertinya. Kalau yang berjualan sejak 2017, para pedagang ikan sudah membuat surat pernyataan,” ujarnya. 

Dalam penertiban itu, Dinas Satpol PP Kota Cilegon menurunkan kurang lebih 100 personil. 

Salah satu pedagang ikan, Ahmad Suja’i mengaku dirinya mempertanyakan kepada pihak terkait mengenai kejelasan lapak yang di Pasar Blok F. Karena pada pertemuan kemarin (Rabu, 15/1), sebelum penertiban belum ditentukan lapak-lapak yang akan ditempati para pedagang untuk berjualan. 

“Kita dipindahkan kesana (Pasar Blok F) belum tahu lapaknya. Kemarin cuma dikumpulkan saja akan tetapi tidak dikasih tahu lapak-lapak untuk berjualan. Kita kan bingung naro barang-barangnya nanti,” keluhnya. 

Baca Juga:  Bupati Tuba Winarti Ikuti Kegiatan Simbolis Suntik Vaksin Covid-19

Meski demikian, dirinya pasrah dan akan mengikuti aturan dari Pemerintah Kota Cilegon. 

“Ya mau gimana lagi, kita ikutin aturan pemerintah saja, demi kebaikan juga. Tapi kita juga harus ada kejelasan nantinya buat berjualan disana,” ujarnya. 

Dibagian lain, Kepala UPT Pasar Blok F Kota Cilegon, Dani mengatakan meski awalnya para pedagang yang direlokasi berebut lapak yang strategis untuk berjualan akan tetapi, pihaknya dapat mengatasi hal itu. 

“Awalnya para pedagang berebut pengen tempat yang strategis, akan tetapi kita sudah mengatur hal itu. Untuk para pedagang pindahan hari ini dari Pagebangan ada sekitar 19 pedagang,” tandasnya. 

Diketahui di Pasar Blok F tersebut terdapat total kios sebanyak 313, dilantai atas 73 kios, lantai bawah 240 kios, untuk los ada 98, dan emprakan 420, total pedagang yang berjualan disana sekitar 800 pedagang. (Luk/Red)