Upaya Kasasi Mantan Sekwan Banten Kandas

SERANG – Mantan Sekretaris DPRD Provinsi Banten Dadi Rustandi hari ini di tahan atas kasus tindak pidana korupsi pekerjaan pengadaan pakaian dinas untuk pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2011.

Hal ini ditetapkan oleh Mahkamah Agung melalui surat keputusan nomor 83 K/Pid.Sus/2015 tertanggal 6 Januari 2016.

Berdasarkan pantauan media ini, Dadi Rustandi keluar dari ruang Pidsus Kejari Serang didampingi Kasi Pidsus Kejari Serang Agustinus Olaf Mangontan dan beberapa petugas Kejari lainnya.

Dadi yang menggunakan baju koko berwarna putih itu digiring berjalan menuju mobil tahanan untuk segera di bawa ke Lapas Serang.

Sebelum memasuki mobil tahanan, Dadi sempat menyapa kepada awak media bahwa dirinya akan melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK).

“Ini negara hukum, kita ikuti prosesnya. Kebenaran, keadilan hanya milik Allah,” ujarnya

Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman terhadap Dadi pidana pidana penjara selama empat tahun dan denda sebesar RP 200 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Pada tahun anggaran 2011 Sekretariat DPRD Provinsi Banten telah mengadakan tiga paket pengadaan baju dinas anggota dan pimpinan DPRD Provinsi Banten.

Tiga paket tersebut pertama yang dilaksanakan oleh CV. Wijaya Makmur dengan nilai kontrak sebesar Rp 149.600.000 atas Pakaian Dinas Harian (PDH), kedua juga dilaksanakan CV. Wijaya Makmur dengan nilai kontrak Rp 179.860.000 atas Pakaian Sipil Resmi (PSR) dan ketiga dilaksanakan oleh CV. Bayu Kharisma dengan nilai kontrak sebesar Rp 164.000.000 atas pekerjaan pengadaan Pakain Sipil Harian (PSH).

Kepada awak media, Kasi Pidsus Kejari Serang Agustinus Olaf Mangontan menjelaskan, berdasarkan laporan hasil audit BPKP atas pekerjaan pakaian dinas tersebut, kerugian setelah dipotong PPh/Ppn sebesar Rp 442 juta lebih.

“Namun berdasarkan fakta persidangan kerugian materiil setelah dipotong PPh/Ppn sebesar Rp 204 juta lebih,” ujar Olaf, Jumat, (26/5)

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Serang pada tahun 2013 Hakim telah menyatakan Dadi telah terbukti bersalah dan menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun dikurangi selama berada dalam tahanan kota dan denda sebesar Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Tidak puas terhadap putusan tersebut, Dadi kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Banten namun dalam putusan tersebut, hakim menguatkan putusan sebelumnya.

Terhadap putusan banding tersebut, Dadi  kemudian melakukan upaya Kasasi ke Mahkamah Agung. Namun MA memutus menambah sanksi menjadi 4 tahun yang sebelumnya adalah 2 tahun dan denda Rp. 200 juta yang sebelumnya adalah Rp. 50 juta. (Bt)