Soal Harga BBM Di Papua Capai Rp. 100.000/Liter, Ini Tanggapan Dirut Pertamina

Beritatransparansi.com, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menyatakan tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi karena harga barang dan kebutuhan lain memang mahal di Papua kemudian berdampak pada tingginya biaya produksi BBM di Bumi Cendrawasih.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Dwi untuk menanggapi atas reaksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendapatkan informasi langsung dari Gubernur Papua Lukas Enembe saat meresmikan 6 infrastruktur kelistrikan di Papua dan Papua Barat, kemarin (18/10/2016) terkait tingginya nilai jual harga BBM di Papua mencapai Rp. 100.000/liter.

 

“Di masa lalu harga di beberapa daerah Papua sangat tinggi sehingga itu yang membuat biaya produksi kalau beli sesuatu di Papua ini jadi mahal,” ucap Dwi seperti yang dilansir dari laman merdeka.com.

Baca Juga:  Tingkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal, CMSE 2020 Digelar Virtual

 

Dwi berjanji akan menurunkan harga BBM Papua minimal harus sama seperti di Jawa yaitu Rp 6.450 per liter. Dwi akan melakukan subsidi silang yaitu menggunakan uang keuntungan dari bisnis lain untuk menutupi kerugian penjualan BBM di Papua.

 

Targetnya, harga BBM yang ada di seluruh wilayah Indonesia akan dibuat sama tidak hanya Papua saja.

 

“Targetnya bukan hanya Papua satu harga ke depan, nusantara satu harga, akan jadi kewajiban Pertamina sebagai salah satu BUMN itu membuktikan Pertamina sebagai tangan negara,” tutupnya. (bt/red).