Sengketa Informasi, Pemohon Ojat Terhadap SMAN 1 dan SMAN 2 Pandeglang Gagal Mediasi

Sidang Ajudikasi Pemeriksaan Awal Komisi Informasi Provinsi Banten antara Pemohon Moch Ojat Sudrajat terhadap SMAN 1 dan SMAN 2 Kabupaten Pandeglang, Selasa (29/8).
Sidang Ajudikasi Pemeriksaan Awal Komisi Informasi Provinsi Banten antara Pemohon Moch Ojat Sudrajat terhadap SMAN 1 dan SMAN 2 Kabupaten Pandeglang, Selasa (29/8).

Serang – Penyelesaian sengketa informasi di Komisi Informasi Provinsi Banten (KI Banten) antara Pemohon Moch Ojat Sudrajat terhadap Sekolah SMAN 1 dan SMAN 2 Kabupaten Pandeglang gagal dimediasi lantaran para pihak tidak mencapai sebuah kesepakatan.

Sengketa informasi bermula pada saat Pemohon Moch Ojat Sudrajat mengajukan permohonan informasi kepada SMAN 1 dan SMAN 2 Kabupaten Pandeglang terkait dengan Laporan Keuangan dana BOS nasional Tahun ajaran 2014/2015 dan 2015/2016, laporan keuangan dana DSP dan SPP tahun ajaran 2014/2015 dan 2015/2016 dan RKAS/RAPBS tahun ajaran 2014/2015, 2015/2016 dan 2016/2017 tidak mendapatkan informasi yang diinginkan, maka Pemohon mengajukan permohonan sengketa ke KI Banten.

Suasana Persidangan

Sebelum proses Mediasi, Ketua Majelis Komisioner H. Maskur, S.Hi., M.H menyatakan bahwa keempat unsur yang terkandung di dalam Peraturan Komisi Informasi nomor 1 tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik pada sidang Ajudikasi pemeriksaan awal diantaranya adalah Kewenangan, Legal Standing Pemohon, Legal Standing Termohon dan batas waktu pengajuan penyelesaian sengketa sudah memenuhi, maka dapat dilanjutkan kepada proses Mediasi.

“Empat unsur sudah memenuhi, maka proses selanjutnya adalah Mediasi,” ujar Maskur saat mengambil keputusan di ruang Sidang KI Banten, Jl Raya Petir Banjar Sari Kota Serang, Selasa (29/8).

Hilman, S.E., M.Si selaku Mediator dalam penyelesaian sengketa informasi tersebut menyatakan bahwa diadakannya mediasi adalah untuk mencari titik temu untuk mencapai sebuah kesepakatan para pihak.

“Mediasi ini mencari kesepakatan,” ujar Hilman dihadapan para pihak.

Suasana Mediasi

Pihak Termohon yang diwakili oleh Drs. H. Suherman, M.Pd selaku Kepala Sekolah dari SMAN 1 Pandeglang menyatakan bahwa pada prinsipnya Termohon akan memberikan dokumen namun pihaknya tidak melihat adanya tujuan yang jelas dari Pemohon.

“Kami tidak melihat tujuan yang jelas dari Pemohon, sehingga kami tidak dapat memberikan dokumen yang diminta,” tegas Suherman.

Sementara Ojat selaku Pemohon meyakini bahwa informasi yang dimintanya merupakan informasi publik yang siapapun bisa mengakses.

“ini informasi yang bersifat terbuka, saya yakin,” ujar Ojat.

Dikatakan ojat, bahwa Termohon sudah menyatakan secara tegas tidak dapat memberikan dokumen yang diminta, maka Pemohon menarik diri dari Mediasi.

“Saya menyatakan menarik diri dari Mediasi,” tegas Ojat.

Mediator Hilman juga menambahkan bahwa jika tidak mencapai sebuah kesepakatan maka sengketa informasi dilanjutkan kepada proses sidang Ajudikasi Pembuktian.

“Mediasi sengketa informasi ini tidak berhasil, maka selanjutnya adalah proses Ajudikasi Pembuktian,” ujar Hilman saat menutup Mediasi. (bt)