Selama 14 Hari, Ada 11.595 Pengendara Terjaring Razia

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

Beritatransparansi.com, SERANG – Sebanyak 11.595 pengendara kendaraan bermotor terjaring Ops Zebra Kalimaya 2016 yang digelar jajaran Ditlantas Polda Banten selama 14 hari. Meski mencapai 11 ribuan, jumlah pelanggar lalulintas yang terjaring itu turun dari operasi yang sama tahun lalu.

 

“Jumlah tilang tahun 2016 sebanyak 11.595 pelanggar, sedangkan tahun 2015 sebanyak 17.156 pelanggar. Jumlahnya turun 5.561 pelanggar atau 32 persen,” kata Direlantas Polda Banten Kombes Pol Tri Julianto Drjatiutomo melalui datanya, kemarin.

 

Selain penindakan secara langsung (tilang), dalam operasi itu juga petugas memberikan teguran kepada 5.242 pelanggar lalulintas.

 

“Jadi, total pelanggar lalulintas selama operasi zebra kalimaya sebanyak 16.837 pelanggar atau turun 4.330 perkara atau 20 persen dari operasi tahun lalu sebanyak 21.167 pelanggar,” jelasnya.

Baca Juga:  INI DAFTAR BADAN PUBLIK YANG TIDAK MENGEMBALIKAN QUESIONER MONEV KI BANTEN

 

Kasus kecelakaan lalulintas juga mengalami penurunan selama operasi digelar. Tahun 2015 tercatat kasus kecelakaan lalulintas selama operasi zebra kalimaya sebanyak 64 kasus, dengan korban meninggal dunia sebanyak 13 orang, luka berat 37 orang, dan luka ringan 66 orang serta kerugian materi sebesar Rp273.800.000.

 

“Selama operasi zebra kalimaya 2016 tercatat kasus kecelakaan lalulintas sebanyak 41 kasus atau turun 23 kasus atau 36 persen dari tahun lalu. Sedangkan korban meninggal dunia naik 38 persen atau 5 orang dengan jumlah 18 orang, luka berat turun menjadi 10 orang, luka ringan juga turun menjadi 41 orang, dan kerugian juga turun menjadi Rp210.150.000 atau turun Rp63.650.000 dari tahun lalu,” jelasnya.

Baca Juga:  Polsek Sukarame dan Siswa SIP Angkatan 49 Giat Baksos Bagikan Beras Dan Masker

 

Kepala Sekretariat Operasi Daerah (Kasekopsda) Ditlantas Polda Banten AKBP Hamdani menambahkan bahwa sebagian besar pelanggaran lalulintas didominasi dengan pengguna kendaraan roda dua yang tidak mengenakan helm, dan overload atau kendaraan roda empat yang melebihi muatan.

 

“Pelanggaran terbanyak lainnya, penggunaan kendaraan yang tidak semestinya, seperti kendaraan pikap yang digunakan untuk mengangkut penumpang. Kita tegur dan kita suruh turunkan penumpangnya, dan penggendara motor yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM),” kata Hamdani. (bt/red)