Sebelas Langkah Penting Saat Digeledah

Muhammad Asmawi, S.H., M.H. Akademisi Universitas Banten Jaya Serang-Banten

Suatu saat sesorang warga negara bisa saja tiba-tiba digeledah. Pengeledahan ini seringkali menimbulkan kepanikan. Kepanikan ini juga dapat mendorong melakukan tindakan-tindakan yang justru merugikan pihak-pihak tergeledah. Oleh karena itu, setiap terjadi penggeledahan sebaiknya seorang warga negara ataupun tersangka tetap tenang dan tidak menampakkan perilaku yang mencurigakan.

Ada hal-hal penting yang perlu diketahui dan dipahami oleh pihak penyidik maupun pihak tergeledah menyangkut hak-hak dari pihak tergeledah. Demi memenuhi hak-hak tersebut setiap warga negara tergeledah sebaiknya melakukan langkah penting dibawah ini sesaat sebelum, selama, dan sesudah proses penggeledahan.

  1. Pihak tergeledah sebaiknya menanyakan tanda pengenal penyidik yang akan melakukan penggeledahan.
  2. Pihak tergeledah sebaiknya menanyakan surat perintah penggeledahan
  3. Pihak tergeledah sebaiknya meminta penjelasan mengenai alasan penggeledahan yang dilakukan atas rumah atau badannya.
  4. Pihak tergeledah sebaiknya menandatangani berita acara penggeledahan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk sikap kooperatif terhadap proses penegakan hukum.
  5. Pihak tergeledah sebaiknya meminta salinan berita acara penggeledahan yang telah ditandatangani tersebut diatas.
  6. Pihak tergeledah sebaiknya memperoleh perlakuan yang manusiawi, terutama saat proses penggeledahan badan.
  7. Pihak tergeledah memiliki hak untuk mencabut berita acara penggeledahan tersebut diatas. Pencabutan ini bisa dilakukan jika salinan berita acara baru diberikan pada pihak tersangka lebih dari dua hari setelah tindakan penggeledahan dilakukan.
  8. Pihak tergeledah sebaiknya meminta untuk diperlihatkan surat izin penggeledahan. Surat izin penggeledahan yang resmi dikeluarkan oleh pihak ketua pengadilan negeri. Surat izin penggeledahan harus mencantumkan tempat dan barang-barang yang akan digeledah. Identitas pihak yang akan digeledah juga harus dicantumkan dalam surat izin penggeledahan.
  9. Pihak tergeledah sebaiknya meminta pihak penyidik menunjukkan surat izin penyitaan dari ketua pengadilan negeri setempat. Hal ini dilakukan jika barang yang ada dirumah tergededah hendak disita penyidik.
  10. Pihak tergeledah sebaiknya meminta surat tanda penerimaan penyitaan berikut salinannya. Barang-barang yang telah disita tetap menjadi milik tersangka. Tidak ada seorang pun yang berhak menggunakan barang tersebut, bahkan oleh pihak yang melakukan penyitaan terhadap barang tersebut. barang sitaan tesebut juga tidak boleh dijual atau dilelang. Penjualan terhadap barang tersebut hanya diperbolehkan jika barang tersebut cepat rusak atau membahayakan.
  11. Pihak tergeledah harus mengetahui dan memahami kriteria barang-barang yang layak untuk disita. Sebab nantinya pihak tergeledah mampu mempertanyakan kepada pihak penyidik jika ada barang-barang yang disita tetapi tidak memiliki keterkaitan dengan kepentingan penyidikan. Berikut ini beberapa kriteria barang-barang yang layak untuk disita:
  1. Barang yang disita merupakan hasil dari tindak pidana. Barang-barang yang termasuk ke dalam kriteria ini misalnya uang palsu, obat-obatan terlarang dalam penggeledahan pabrik ekstasi, dan sebagainya.
  2. Barang yang disita merupakan barang yang digunakan secara langsung untuk melakukan atau mempersiapkan tindak pidana. Barang-barang yang termasuk kriteria ini misalnya pisau yang digunakan untuk membunuh, telpon seluler yang digunakan untuk menghubungi pembunuh, jarum suntik yang digunakan untuk mengonsumsi obat-obatan terlarang, dan sebagainya.
  3. Benda yang disita merupakan benda yang digunakan untuk menghalangi penyidikan tindak pidana.
  4. Benda yang disita merupakan benda yang dibuat khusus untuk melakukan tindak pidana.
  5. Benda yang disita merupakan barang-barang yang menjadi bukti dilakukannya tindak pidana. Barang-barang yang termasuk ke dalam kriteria ini misalnya pakaian korban yang berlumuran darah dan sebagainya.

dikutip dari buku Imam Sopyan Abbas “Tahukah Anda?” Hak-Hak Saat digeledah