Sahril Anak Petani Bangga Lulus Jadi Polisi, Ia Berjanji Akan Bekerja dan Melayani Sepenuh Hati

BeritaTransparansi.co.id, Pandeglang – Pembukaan upacara pendidikan dan pembentukan bintara Polri TA 2019/2020 Polda Banten yang dilaksanakan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, diwarnai dengan suasana haru.

Pasca upacara yang dipimpin langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir, M.Si, salah satu bintara yang dilantik yaitu Sahril anak dari seorang petani di Walantaka Serang yang bernama Jamal (ayah) dan Sawi (ibu) mengaku dirinya telah lama bercita-cita ingin menjadi polisi yang nantinya bisa membahagiakan kedua orang tua.

“Saya sangat bahagia bisa berada dalam tahap pendidikan dan pembentukan bintara polri ini, saya sangat berterimakasih kepada kedua orangtua yang selalu mensupport untuk menjadi seorang polisi. Saya juga berterimakasih kepada Tuhan yang memberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan di kepolisian,” kata Sahril kepada awak media sembari matanya yang berlinang air mata bahagia, Selasa (6/8/2019).

Baca Juga:  Perkuat Jajaran, Bawaslu adakan Workshop Penanganan Pelanggaran Pidana Pemilihan

Kemudian, Sahril anak keenam dari delapan bersaudara ini menyampaikan apresiasi kepada Polri atas terselenggaranya proses recruitment kepolisian yang berlangsung secara bersih, transparan, dan akuntabel.

“Saya sangat mengapreasiasi atas proses rekrutmen yang dilaksanakan oleh Polri Polda Banten, pelaksanaan kegiatan seleksi tingkat Bintara TA 2019/2020 berjalan dengan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” Ujarnya.

Terkahir ia berjanji akan menjadi polisi yang bisa bekerja dan melayani dari hati untuk masyarakat Banten. “Saya berjanji akan menjadi polisi yang bekerja dan melayani dari hati saya untuk masyarakat Banten,” tutupnya.

Sementara itu, Jamal menyatakan kebahagian usai anaknya lulus untuk mengikuti pendidikan dan pembentukan bintara polri TA 2019/2020.

Baca Juga:  Polres Serang Berhasil Tangkap Pelaku Penggelapan Sepatu Milik PT PWI

“Alhamdulillah anak saya lulus dan bisa mengikuti pendidikan bintara, saya bersyukur kepada Allah atas keberkahan yang diberikan kepada anak saya,” Ungkap Jamal.

Ia merasa bangga, karena meski berprofesi sebagai petani anak keenam dari delapan ini dapat menjadi seorang Polisi.

“Kami bangga dengan anak kami bisa lulus. Kami sudah mempersiapkan semuanya selama satu tahun ini. Tahun lalu anak kami belum lulus dan alhamdulillah tahun ini lulus, Apalagi ini merupakan cita-cita Sahril semenjak sewaktu masih kecil,” pungkasnya. (0KI)