Gelombang ‘Diagnosa Sendiri’: Bahaya Rumor Kesehatan Psikologis di Kalangan Anak Muda Kota
Di tengah gemuruh kota besar, isu kesehatan psikologis semakin santer dibicarakan di kalangan anak muda. Namun, di balik meningkatnya kesadaran, muncul fenomena yang patut diwaspadai: maraknya rumor dan informasi keliru yang beredar, terutama melalui media sosial. Istilah-istilah seperti "depresi," "kecemasan sosial," atau "ADHD" kini tak hanya ditemui di klinik, tapi juga di linimasa media sosial sebagai bahan obrolan, bahkan "diagnosa sendiri."
Fenomena ‘Self-Diagnosis’ dan Penyebarannya
Rumor kesehatan psikologis ini seringkali berbentuk daftar gejala yang disederhanakan, atau konten yang seolah "relatable" dengan kondisi seseorang. Misalnya, unggahan tentang "10 Tanda Kamu Mungkin Depresi" atau video pendek yang mengklaim bisa mengidentifikasi gangguan mental hanya dari kebiasaan tertentu. Konten semacam ini menyebar cepat karena didorong oleh algoritma dan rasa penasaran, serta kebutuhan validasi yang tinggi di kalangan anak muda yang menghadapi tekanan hidup perkotaan.
Mengapa Ini Berbahaya?
- Misdiagnosa dan Penanganan Keliru: Self-diagnosis yang didasari rumor bisa sangat menyesatkan. Kondisi psikologis itu kompleks dan hanya bisa didiagnosa oleh profesional. Kesalahan diagnosa bisa membuat seseorang menunda mencari bantuan yang tepat, atau bahkan melakukan penanganan sendiri yang justru memperburuk keadaan.
- Stigma dan Normalisasi yang Salah: Ada risiko bahwa kondisi serius dianggap enteng, atau sebaliknya, perasaan wajar seperti sedih atau cemas sesaat justru dilekatkan label gangguan mental. Ini bisa memicu stigma baru atau menormalisasi penderitaan yang seharusnya ditangani.
- Kecemasan yang Tidak Perlu: Membaca rumor dan mencocokkan gejala bisa memicu kecemasan berlebihan pada mereka yang sebenarnya tidak mengalami gangguan, menciptakan ketakutan akan sesuatu yang tidak ada.
Bijak Berselancar, Prioritaskan Profesional
Kesehatan psikologis bukanlah tren yang bisa dicocok-cocokkan dari unggahan di internet. Penting bagi anak muda kota untuk lebih kritis dalam menyaring informasi. Jika merasa ada masalah dengan kondisi mental, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Mereka adalah ahli yang memiliki kapasitas untuk mendiagnosa dan memberikan penanganan yang akurat. Mari ciptakan ruang diskusi yang sehat dan berbasis fakta, bukan sekadar bisikan rumor yang menyesatkan.
