Resmi, PSBB Diberlakukan di Banten Mulai Hari Ini

BeritaTransparansi.co.id, Serang – Hari pertama digelarnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah resmi diberlakukan di Tangerang Raya yang meliputi Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang yang terhitung mulai hari ini, Sabtu (18/04/2020).

Pelaksanaan PSBB yang digelar seiring adanya keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/249/2020 tentang penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan adanya surat keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.140-Huk/2020 dan Pergub Banten Nomor 16 tahun 2020 tentang pedoman PSBB dalam penanganan Corona Virus Deseas 2019 (Covid-19) di wilayah Tangerang Raya Banten.

Kapolda Banten Irjen Pol Drs Agung Sabar Santoso menyatakan dukungan Polri untuk membantu kebijakan Gubernur Banten dan pemerintah daerah, dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di daerah Banten. Polda Banten siap mengikuti kegiatan kepolisian yang telah dilakukan oleh Polda Metro Jaya dalam penerapan PSBB.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi yang berada dilapangan saat mendampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Tomex Korniawan meninjau beberapa titik cek point. Kepada awak media ia menjelaskan bahwa pemberlakuan PSBB Tangerang Raya yang meliputi wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan terhitung tanggal 18 April 2020 sampai dengan 03 Mei 2020.

Baca Juga:  Perampok di Cipondoh Lepaskan Tembakan

Hal tersebut dilaksanakan sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19 secara sinergis antara TNI, Polri, Pemda, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan rekan media yang ikut mengedukasi warga.

“Kami mendampingi Wapolda Banten meninjau langsung pelaksanaan PSBB, yang mana ada 16 check point di wilayah Kabupaten Tangerang selama pemberlakuan PSBB,” kata Edy Sumardi.

Edy Sumardi menjelaskan sejumlah aturan dan pembatasan yang harus ditaati selama pemberlakuan PSBB oleh masyarakat, berbentuk sepanduk dan baleho juga sudah terpasang disemua pusat keramaian, dan setiap pos cek point.

Adapun himbauan diantaranya keluar rumah wajib menggunakan masker dalam kondisi apapun, cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, jaga jarak minimal 1 meter serta perilaku hidup bersih dan sehat.

Baca Juga:  Jaga Kebugaran, Anggota TNI Ikut Senam Bareng Ibu-ibu Cijengkol

Selain itu untuk semua tingkat pendidikan dilaksanakan dirumah dengan metode jarak jauh, bekerja dilaksanakan dirumah kecuali bidang kesehatan, pangan, energi, komunikasi/media, keuangan/asuransi, perbankan, logistik, transportasi industri dan kegiatan produksi (berijin pusat) dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Dari sisi sosial dan budaya, kegiatan perkumpulan atau pertemuan maksimal lima orang kecuali acara pernikahan di KUA (tanpa resepsi) dan khitan tanpa acara perayaan,” tegasnya.

Sedangkan untuk moda transportasi, jam oprasional trayek dibatasi mulai dari jam 05.00 WIB sampai dengan jam 19.00 WIB dengan aturan untuk kendaraan R2 ojek online (Ojol) atau konvensional hanya untuk pengangkutan barang, kendaraan umum maksimal berpenumpang 50 persen dari kapasitas, kendaraan jenis sedan maksimal tiga orang penumpang dan untuk kendaraan minibus maksimal empat orang.

Baca Juga:  Mardianto : Saya Sangat Mengharapkan Bantuan Dari Pemerintah

Kemudian untuk tempat atau fasilitas umum selama pemberlakuan PSBB, tempat ibadah dan tempat hiburan atau fasilitas umum lainnya ditutup kecuali supermarket/minimarket, restorant/rumah makan diluar Mall, pasar, toko kelontong, penjualan obat-obatan, peralatan medis dan bahan pokok dapat melakukan oprasional sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan.

Pada kesempatan ini, Edy Sumardi menyampaikan bahwa hasil pantauan dilapangan tingkat kesadaran warga untuk menggunakan masker saat berkendara dan berada diluar sudah meningkat, jarak interaksi dimobil angkutan umum juga sudah dilaksanakan, supir dan penumpang pake masker, tidak ada lagi penumpang yang berada disamping supir angkutan umum.

“Kepada seluruh elemen masyarakat agar dapat bekerja sama dalam membantu kebijakan pemerintah dalam penangangan penyebaran virus corona (covid-19) selama diberlakukannya PSBB khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang,” (Red)