Reserse Polres Lamteng Ciduk Pembunuh Riki

Beritatransparansi.com, Lampung Tengah – Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Lampung Tengah berhasil menangkap Fery Ramadan (19) warga Kampung Tanggul Angin Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, Kamis (23/3/17). Fery ditangkap karena terlibat aksi curas disertai pembunuhan yang ditemukan disungai beberapa waktu lalu.

 

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Reski Maulana mengungkapkan, kasus tersebut bermula dari penemuan mayat tanpa identitas yang ditemukan di Sungai  Pujoasri, Selasa (21/3/17) pukul 11.30 WIB.

 

Lanjutnya, dari penemuan tersebut salah satu warga menduga bahwa mayat tersebut adalah Riki Hardiyanto (14) warga Kampung Sidomulyo, Kecamatan Punggur Lampung Tengah.

 

Setelah dilakukan outopsi, tambahnya, ternyata mayat Riki merupakan korban pembunuhan. Tidak berselang lama pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan menangkap Fery dirumahnya.

 

“Pengungkapan kasus ini berawal dari penemuan mayat di Trimurjo kemarin itu. Setelah dilakukan outopsi kami menyimpulkan bahwa mayat tersebut korban pembunuhan. Setelah anggota melakukan penyelidikan kami berhasil menangkat pelaku bernama Fery. Pelaku ini melakukan curas sekaligus pembunuhan berencana,” kata Kasatreskrim di Mapolres Lamteng, Rabu (29/3/2017).

 

Menurut keterangan pelaku, Kata Reski, kronologis kejadian yakni, Pelaku menghubungi korban untuk hadir dirumahnya dengan dalih memberikan pekerjaan. Selanjutnya korban bergegas pergi mengendari sepeda motornya untuk menemui pelaku.

 

Sesampainya dijembatan pelaku bersama rekannya (DPO) menghentikan sepeda motor korban. Saat itu juga pelaku meminta sepeda motor korban dengan cara memaksa. karena korban melawan, pelaku membenturkan kepala korban hingga tewas.

 

“Kronologisnya pelaku menghubungi korban dan akan memberikan kerjaan. Sampai dijemabatan pelaku menghentikan korban setelah itu terjadi aksi curas dan pembunuhan. Menurut keterangan pelaku, korban dibuang ke Sungai untuk menghilangkan jejak,” kata dia.

 

Sementara pelaku bersama rekanya menjual sepeda motor hasil curian sebesar Rp 2 juta. Pengakuanya uang tunai hasil jual motor curian tersebut digunakan untuk keperluan mereka berdua. “Pelaku menjualnya Rp 2 juta. Hasilnya mereka gunakan untuk membeli kebutuhanya,” ujarnya.

 

Kini pelaku berikut barang bukti berupa satu unit sepeda motor curian dengan jenis Honda Beat BE 4507 IE diamankan di Mapolres Lampung Tengah untuk proses penyidikan lebih lanjut. Akibat perbuatanya pelaku dijerat pasal 365 KUHP ayat 4 tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan pasal 340 KHUP tentang pembunuhan berencana ancaman hukuman seumur hidup. (Tam)