Ratusan Guru di Kota Serang Takut Ikuti Rapid Test Covid-19

BT, Serang – Guru adalah seorang pengajar di sekolah negeri ataupun swasta yang memiliki kemampuan berdasarkan latar belakang pendidikan formal minimal berstatus sarjana, dan telah memiliki ketetapan hukum yang sah sebagai guru berdasarkan undang-undang guru dan dosen yang berlaku di Indonesia.

Guru merupakan orang tua ke dua bagi siswa-siswi di sebuah sekolah. Guru yang dikenal sebagai pahlawan tanpa jasa oleh murid-murid nya ini ternyata memiliki ketakutan akan kesehatannya.

Seperti halnya di Kota Serang, ratusan guru di Kota Serang ini takut ikuti rapid test atau tes uap Covid-19. Ketakutan tersebut terlihat ketika Dinas Kesehatan Kota Serang melakukan kegiatan rapid test Covid-19 sebelum dilaksanakannya kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka.

Baca Juga:  Tersengat Aliran Listrik, Seorang Pekerja OB di Kantor Desa Kadukempong Tewas Ditempat

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Serang, Ratu Ani Nuraeni mengatakan, sebanyak 200 guru yang dijadwalkan akan mengikuti rapid test Covid-19 hari ini sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar ternyata tidak sampai 50 persen yang hadir.

“Dari 200 itu hanya 94 guru yang hadir dan mengikuti kegiatan rapid test Covid-19 tersebut. Ke 94 guru yang mengikuti rapid test tersebut dinyatakan negatif Covid-19,” katanya usai melaksanakan rapid test, Jumat (14/08/2020).

Menurutnya, guru yang tidak hadir ikuti rapid test Covid-19 karena takut. Padahal Pemerintah Kota Serang telah menetapkan dan akan memulai kegiatan belajar mengajar pada Selasa, 18 Agustus 2020 mendatang.

Baca Juga:  Sudah Gasak 1080 Motor, Sindikat Curanmor Dibekuk Polresta Tangerang

“Dari pengakuan guru yang hadir ikuti rapid test bahwa yang tidak hadir itu karena takut di rapid test Covid-19,” jelasnya.

“Bingung juga kita, kalau guru nya takut bagaimana mau mengajar muridnya,” ungkap Ratu Ani Nuraeni.

Lanjutnya, untuk mengawali kegiatan belajar mengajar tatap muka harus dijamin terlebih dahulu kesehatan gurunya.

“Kan ini akan dimulai dari tingkat PAUD, SD, dan SMP, jangan sampai malah penyakit Covid-19 ini berasal dari sang guru,” paparnya.

Dirinya menghimbau kepada para guru agar datang mengikuti rapid test Covid-19 sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka.

“Jumlah guru itu kurang lebih ada 2.000, yang dijadwalkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kota Serang mengikuti rapid test Covid-19 hari ini hanya 200 guru. Dimulai dari pagi hingga pukul 11.30 WIB,” tukasnya. (Oki/Red)

Baca Juga:  Polres Serang Berhasil Tangkap Pelaku Penggelapan Sepatu Milik PT PWI