Preservasi Drainase Jalan Lintas Timur Tuba di Soal

BT, Tulang Bawang – Pekerjaan Preservasi drainase jalan di Jalan Lintas Timur Lebih Dalem Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulangbawang yang merupakan Program padat karya tunai (PKT) dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Melalui Ditjen Bina Marga dan Pelaksanaan dilakukan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN/BPJN) Provinsi Lampung, pada tahun anggaran 2021 patut diduga pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan Surat Edaran No 8/SE/Dd/2020 tentang Mekanisme Padat Karya Dirjen Bina Marga.

Pasalnya, pada pelaksanaan pekerjaan Preservasi drainase di Jalan Litas Timur Kecamatan Menggala Timur, pihak pelaksana diduga masih terlihat menggunakan peralatan peralatan berteknologi, dibandingkan dengan tenaga manusia

Berdasarkan pantauan media ini, Hal tersebut nampak jelas terlihat pada item pekerjaan penggalian tanah, dan pekerjaan pemasangan batu belah.

Pada penggalian tanah pihak pelaksanaan tetap menggunakan alat berat jenis Eksapator begitu juga pada pekerjaan pemasangan batu belah, pengadukan semen menggunakan alat concrete mixer/ mesin molen pengaduk semen, untuk pemakaian tenaga kerja manusia hanya dipakai untuk pemasangan batu belah saja.

Baca Juga:  Bependa Tuba Tingkatkan Pendapatan Pajak Daerah

Selain itu, sangat disayangkan pihak pelaksana pada pekerjaan Preservasi drainase di Jalan Lintas Timur Tuba, tidak memanfaatkan para pekerja lokal/ Kabupaten setempat melainkan, menggunakan tenaga kerja dari luar kabupaten.

Berdasarkan dari keterangan dan informasi yang berhasil diperoleh dari para pekerja dan warga sekitar lokasi pekerjaan tersebut, Sujitman menjelaskan penggalian tanah ini bukan kami yang mengerjakan.

“kami hanya memasang batu belah dan perapihan semen saja, sedangkan untuk mengaduk semen itu dikerjakan oleh alat mesin molen yang ada di situ” ujar Sujitman sambil menunjuk kearah mesin molen yang sedang bekerja mengaduk semen dan juga salah satu tenaga kerja yang merupakan Warga Kabupaten Pringsewu, (28/2).

Untuk pekerjaan galian tanah, Lanjut Sujiman, itu menggunakan alat berat Excavator, yang pasti kami datang penggaliannya sudah selesai dikerjakan, Kami hanya diminta untuk mengerjakan pemasangan batu belah dan pengacianya saja.

Baca Juga:  Pemkab Tuba Sidak Pasar Tradisional Dan Pantau Barang Expired di Sejumlah Titik

“Para pekerja tidak ada warga Tulangbawang, semua dari Kabupaten luar, Kemarin yang bekerja dari Pringsewu 6 orang sekarang cuma 4 orang saja, 2 temannya sudah pulang ke pringsewu” jelas Sujiman.

Dilokasi yang sama Pangat yang juga salah satu pekerja di pekerjaan Preservasi drainase di Jalan Lintas Timur Tuba, menjelaskan bahwa dia merupakan warga Bandar Lampung bukanlah warga penduduk disini Ia dan teman nya hanya bekerja disini dan ngontrak di Kampung Kahuripan Jaya.

Pangat juga menjelaskan Jumlah yang bekerja disini berjumlah 12 orang dan rencana besok akan nambah pekerja lagi sekitar 20 orang merupakan warga luar dari kabupaten lain bukan warga lokal sini.

“saya dan teman disini hanya bekerja pasangan batu saja, Untuk pekerjaan galian drainase sudah digali pihak perusahaan” ungkap Pangat

Baca Juga:  Pemkab Tuba Terima Penghargaan Dari Merdeka Award 2021

“Untuk sistem pembayaran gaji para pekerja sediri dibayar dengan hitungan hasil pekerjaan yang terpasang pasangan batu drainase yaitu per hari pasangan Rp.100.000 pembayaran nya seminggu satu kali,” jelas Pangat.

Dari keterangan diatas kuat dugaan pelaksanaan pekerjaan Preservasi drainase di jalan lintas Timur Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulangbawang pada tahun anggaran 2021 yang dilaksanakan BBPJN/BPJN Provinsi Lampung, yang merupakan Program padat Karya Kementerian PUPR, tidak sesuai dengan prinsip kegiatan padat karya pada Surat Edaran No 8/SE/Dd/2020 tentang Mekanisme Padat Karya Dirjen Bina Marga, yaitu Banyak menyerap tenaga kerja, baik pengangguran, setengah pengangguran atau miskin, peralatan yang dipergunakan merupakan peralatan sederhana.

Sampai berita ini diturunkan pihak Pelaksana pekerjaan baik dari pihak rekanan maupun pihak BBPJN/BPJN Provinsi Lampung belum berhasil untuk dikonfirmasi. (Sofyan)