Polda Banten Musnahkan Barang Bukti Ganja dan Shabu

22

BeritaTransparansi.co.id, Serang – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten gelar Konferensi Pers dalam rangka pemusnahan barang bukti 500 gram Shabu dan Ganja kering dengan berat total 86,867 kilogram di Halaman Polda Banten, Jum’at (27/9/2019).

Barang bukti Ganja dan Shabu itu, diamankan dari empat orang tersangka di dua lokasi yang berbeda, satu diantaranya yang di sembunyikan dalam septic tank di Kampung Padurung, Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang.

Kapolda Banten Irjen Pol Drs Tomsi Tohir M.Si memimpin langsung pelaksanaan pemusnahan barang bukti tersebut, yang didampingi oleh Ketua MUI Provinsi Banten, Dirresnarkoba Polda Banten, Kepala BNNP Banten, Ketua Pengadilan Tinggi Banten dan Serang, BPOM Banten, Den POM, serta Danrem 064/MY diwakili Dandim Kota Serang, Karo Ops, Kabid Humas Polda Banten, dan perwakilan Kepala Kejaksaan Tinggi Banten.

Baca Juga:  Bupati Tuba Kunker ke Penwartama

Kapolda Banten Irjen Pol. Tomsi Tohir, Msi mengatakan, pemusnahan ganja yang berat total 86,867 kilogram tersebut, merupakan hasil pengembangan Polda Banten atas penangkapan ME di sekitar Terminal Pakupatan, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang pada Sabtu (7/9/2019) lalu dengan barang bukti 500 gram sabu.

“ME mengaku bahwa sabu tersebut didapatkan dan akan diambil dari orang suruhan AN (DPO) yang diambil di Terminal Kampung Rambutan – Jakarta Timur. Kemudian kami melakukan pengembangan hingga ke Cikeusal,” Jelas Kapolda.

Masih Penyampaian dari Kapolda Banten, Melanjutkan Bahwa dalam pengungkapan narkoba jenis sabu dan ganja di wilayah Cikeusal tersebut, polisi berhasil mengamankan dua orang tersangka FS (48), dan RF yang diduga kuat masih dalam satu jaringan.

Baca Juga:  Lapas Kelas IIA Serang Gelar Media Gathering

“FS dan RF ini mendapatkan perintah dari AN untuk mengecek ganja di rumah ME. Disana keduanya bertemu dengan JU ayah kandung ME, kemudian JU berinisiatif memindahkan ganja itu ke dalam septic tank,” ujar Kapolda Banten.

Sementara Diresnarkoba Polda Banten, Kombes Pol Yohanes Hernowo, Sik., M.H mengungkapkan bahwa ME mendapatkan barang narkotika jenis sabu dan ganja tersebut dari AN (DPO) yang mengaku berada di lapas. Sabu tersebut didapat dengan cara diambil ke orang AN dan ganja didapat dengan cara dikirim melalui ekspedisi dengan cara memalsukan indentitas barang.

“Motifnya ingin mendapatkan keuntungan yang besar secara cepat melalui transaksi jual beli narkotika jenis sabu dan ganja,” ungkapnya.

Baca Juga:  Banyak TKA, Disnaker Cilegon Surati Industri

Yohanes menegaskan ketiga tersangka, ME, FS dan RF terancam pasal 114 ayat (2), sub pasal 112 ayat (2), UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman Pidana penjara paling singkat 6 tahun, paling lama 20 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati. (OKI)