PMII Bersama Polisi Doakan Mendiang Randy Mahasiswa Kendari

12

BeritaTransparansi.co.id, Serang – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Serang bersama jajaran Kepolisian Resor (Polres) Serang Kota menggelar doa bersama di Halaman Masjid Nurul Hukam Polres Serang Kota, Senin (30/9/2019).

Tahlil dan doa bersama tersebut merupakan aksi simpatik terhadap salah satu kader PMII Kendari yang meninggal dunia saat aksi penolakan RUU KPK dan RKUHP di Depan DPRD Kendari, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu.

“Insiden memilukan yang menimpa kawan seperjuangan sahabat Randi sebagai salah satu kader PMII Kendari yang terjadi pada saat aksi demonstrasi yang digelar di depan gedung kantor DPRD Sulawesi Tenggara, bisa jadi adalah sebagai kegagalan reformasi keamanan,” kata Ketua PC PMII Kota Serang, Muhit Hariri.

Baca Juga:  Musim DBD, Kobelu Bagikan 700 Ikan Cupang Gratis

Muhit menyebutkan, kejadian tersebut akibat dari ulah oknum kepolisian yang melakukan tindakan represif secara berlebihan. Padahal, amanat undang – undang nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan menyampiakan pendapat dimuka umum memberikan jaminan kemanan bagi setiap warga negara yang akan menyampaikan pendapatnya di muka umum sebagai perwujudan hak dan tanggungjawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Yang jelas, kami PC PMII Kota Serang mengecam keras segala tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kemanan,” jelasnya.

Sementara Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono mengungkapkan belasungkawa atas gugurnya salah satu kader PMII tersebut.

“Pada kemsempatan kali ini saya Kapolres Serang Kota beserta jajaran mengucapkan belasungkawa atas gugurnya rekan mahasiswa digedung DPRD Kendari,” kata Edhi

Baca Juga:  Bupati Tuba Deklarasikan Kelana dan Dekala

Edhi mengatakan, kejadian tersebut bukan bagian dari keinginan Polri, sebab menurutnya, peristiwa itu terjadi akibat oknum yang menyalahgunakan kewenangan pada saat pengamanan kegiatan terjadi.

“Saya juga mau kejadian tersebut diusut tuntas beserta oknum yang melakukan tindakan tersebut,” kata Edhi.

Ia juga menegaskan, dalam SOP pengamanan aksi unjuk rasa, personel Polri tidak diperkenankan menggunakan senjata api dan hal tersebut telah ditekankan kepada setiap personel Polres Serang Kota saat melakukan pengamanan aksi.

“Semoga sinegritas kita dapat berjalan dengan baik dalam setiap kegiatan. Agar terciptanya situasi yang kondusif dam aman di wilayah Kota Serang,” pungkasnya. (OKI)