Pilih Bungkam, Kadisdik Lamteng Diduga Lakukan Jual Beli Jabatan?

Beritatransparansi.co.id, Lampung Tengah – Polemik dugaan adanya jual beli jabatan pada proses pengangkatan dan penugasan guru sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah terus bergulir.

Tudingan itu makin menguat setelah banyaknya kejadian yang terjadi di lingkungan pendidikan Lampung Tengah mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) terkait rotasi sepihak kepala sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah, Kusen, S.pd ,M.M sendiri memilih bungkam dan enggan memberikan komentar saat wartawan coba beberapa kali mempertanyakan terkait carut marutnya rotasi sepihak pengangkatan kepala sekolah tersebut.

Kusen sendiri di duga melakukan jual beli jabatan terkait pengangkatan Kepala Sekolah yang dinilai menyalahi prosedur, Rabu,(29)1).

Baca Juga:  Tingkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal, CMSE 2020 Digelar Virtual

Betapa tidak, hal tersebut dibuktikan dengan adanya pengangkatan Kepsek dilingkungan Sekolah Dasar (SDN 5 Lempuyang Bandar – red ) yang dinilai asal tanpa melalui persyaratan yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan.

Salah satunya yaitu pengangkatan Kepala Sekolah SDN 5 Lempuyang Bandar Siti Sulekha yang diketahui belum memiliki Nomer Unik Kepala Sekolah (NUKS).

Diketahui, NUSK mulai diterapkan di tahun 2019 sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2018, tentang penugasan guru sebagai Kepala Sekolah.

Dalam salinan peraturan tersebut ada salah satu dampak bagi sekolah maupun murid jika didapati kepala sekolahnya belum mempunyai Nuks atau disekolah tersebut belum menerapkan hal tersebut, salah satunya tidak akan bisa menandatangani, baik Ijazah maupun pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). (Tom)

Baca Juga:  Ditresnarkoba Polda Banten Berhasil Ungkap Praktek Kecantikan Ilegal