Persidangan Penetapan Hak Lahan Waduk Sindangheula di Warnai Keberatan Pemilik Lahan

BeritaTransparansi.co.id, Serang – Persidangan di Pengadilan Serang tentang lahan sindangheula diwarnai dengan keberatannya pemilik lahan sah.

Penetapan konsinyasi tersebut menimpa Alice Lawadinata yang memiliki lahan sah secara hukum seluas 5,3 hektar.

“Tanah ini milik saya dan bukti buktinya saya ada, bukti transfer juga ada. Saya hanya investor pasif yang sudah menyerahkan sejumlah uang senilai Rp 8,4 miliar kepada almarhum Agus Hilman, dan ini murni bisnis” kata Alice usai persidangan di PN Serang, Senin (2/9/2019).

Dia pun meminta agar penetapan pembayaran ganti rugi dapat dibayarkan langsung dengan alasan memiliki alas hak berupa AJB dan sertifikat. Alas hak secara sah berdasarkan pasal 31 peraturan mahkamah agung nomor 3 tahun 2016.

Baca Juga:  KI Kalbar Studi Banding ke KI Banten Bicarakan Soal PSI

“Tanah ini tidak sengketa, dan saya keberatan untuk uang ganti rugi di titipkan, tadi hakim ketua mengatakan bisa diambilkan ganti rugi dengan membawa alas hak, alas hak ada di saya,” ujarnya.

Dia berharap adanya perlindungan hukum mengingat sudah bertahun tahun ganti rugi tidak dapat dicairkan haknya.

“Kita semua berharap proyek strategis nasional waduk sindangheula segera diresmikan oleh Pak Presiden Jokowi agar membawa kemaslahatan kepada masyarakat di Provinsi Banten,” imbuhnya.

Sementara itu, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI menitipkan dana konsinyasi ganti rugi pembebasan lahan Waduk Sindangheula ke Pengadilan Negeri Serang senilai Rp 3,3 miliar untuk 14 pemohon atau ahli waris pemilik lahan yang sidang dihari ini, Senin (2/9/2019).

Baca Juga:  Pandemi Covid-19, Badan Publik Tetap Berikan Layanan Informasi Publik

Humas Pengadilan Negeri Serang Chairil Anwar mengatakan, dana konsinyasi tersebut dapat diambil warga di Pengadilan Negeri Serang dengan membawa surat pengantar dari PUPR dan KTP asli. Untuk pemohon Suci paling besar mencapai Rp1 M lebih.

“Ada 14 pemohon, itu hadir semua dari ke 14 pengesahan telah ditetapkan untuk penitipan ganti rugi totalnya Rp 3.331.700.800 untuk lahan waduk sindangheula,” tandasnya. (OKI)