Pernyataan Menlu Retno Soal Putusan Arbitrase Laut Cina Selatan

Beritatransparansi.com, Mahkamah Arbitrase Permanen (PCA) di Den Haag yang didukung PBB memutuskan Cina tak memiliki hak selatan atas perairan Laut Cina Selatan yang ditandai dengan 9 garis putus-putus.

Bagaimana reaksi Indonesia?

Menlu Retno Marsudi menyatakan bahwa dirinya yakin kalau semua negara pasti menghormati hukum internasional maka perdamaian dan stabilitas kawasan dan dunia akan lebih tercapai.

“Roh dari statement atau posisi Indonesia adalah mengenai pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk di antaranya UNCLOS (United Nations Convention on the Law of The Sewa) 1982,” ucap Menlu Retno Marsudi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/6/2016).

Retno menghimbau kepada semua pihak dapat menahan diri dan tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan tensi yang akan berdampak pada konflik terbuka

Baca Juga:  Himbau Masyarakat, Personel Polda Banten Gelar Patroli Dialogis

“Saya kira tidak ada satu pun dari negara-negara yang menginginkan konflik terbuka,” Ujar Retno yang dilansir dari detik.com

Retno menambahkan Konflik terbuka bukan merupakan opsi yang baik bagi kita semua dan meminta kepada semua pihak untuk dapat menyelesaikan masalah dengan cara damai dan diselesaikan dengan cara negosiasi. (bt)