Perangkat Elektronik Rusak, Warga Tuntut PT DLJ Ganti Rugi

Musyawarah warga dengan pihak PT. DLJ
Musyawarah warga dengan pihak PT. DLJ

Beritatransparansi.com, Lampung Tengah – Dengan adanya kesalahan teknis dalam pengerjaan pergantian kabel (apreting PJR) BJ 004 Rayon Bandar Jaya Timur yang dilaksanakan oleh PT Dwi Lestari Jaya yang sebagai pemenang Tender dari PLN Rayon Bandar Jaya menyebabkan kerusakan ratusan peralatan elektronik milik warga dan mereka menuntut kepada pihak PT tersebut untuk mengganti barang barang elektroniknya.

 

Puluhan warga dari lingkungan RT 03, RT 04, dan RT 05 Lingkungan 111 Bandar Jaya Timur beramai ramai mendatangi kediaman ketua RT 04, melaporkan terkait peralatan elektronik mereka yang rusak karena adanya pekerjaan pergantian kabel listrik di lingkungannya, Sabtu, (10/12/16).

 

 

Dari keterangan warga, awalnya pengerjaan pergantian kabel yang dilakukan oleh pekerja dari PT Dwi Lestari Jaya tidak ada kendala karena saat itu aliran listrik dipadamkan untuk sementara, namun begitu pengerjaan selesai dan aliran listrik di nyalakan kembali, terdengar ledakan dibeberapa peralatan elektronik warga, dan saat di telusuri ternyata arus listrik yang masuk 360 volt yang melebihi ketentuan yakni antara 220-240 volt, hal ini yang menyebabkan peralatan elektonik warga yang sedang dicolokan arus listrik langsung terbakar.

 

 

Yunidan bersama puluhan warga yang peralatan elektroniknya terbakar segera menghampiri para pekerja yang saat itu masih berada di lokasi dan menuntut ganti atas kejadian tersebut, karena hampir semua warga di lingkungan RT 03, RT 04 dan RT 05 peralatan elektroniknya rusak akibat daya yang melebihi kapasitas dan meminta mereka menghentikan kegiatannya sementara menunggu pimpinannya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

 

 

“Permintaan Kami tidak neko-neko hanya minta kepada PT. Dwi Lestari Jaya untuk mengganti semua elektronik warga yang kebakar karena ini, baik tv, magic com, kulkas, lampu, blender, ac, kipas angin dan peralatan elektronik lainnya yang terbakar, dan sesuai dengan merk yang ada karena begitu listrik nyala semua peralatan elektronik yang di colokan langsung keluar asap dan hampir semua warga di rt 03. rt 04, rt 05 peralatan elektroniknya rusak.’’ jelas Yunidan.

 

 

Sementara itu Nasroni, sebagai pelaksana teknis dan perwakilan dari PT Dwi Lestari Jaya, yang datang ke lokasi kejadian, berjanji dan bertanggung jawab kepada semua warga akan mengganti semua kerusakan elektronik warga yang rusak tetapi ia meminta waktu untuk membicarakannya kepada pimpinan terlebih dahulu, dan akan segera menyelesaikannya dalam waktu cepat.

 

 

“yang jelas kami datang kesini, kita cek lokasi dan mendata apa kerusakan masyarakat dan perusahaan akan bertanggung jawab dan siap mengganti semua kerugian warga, dan menindak lanjuti adanya kelalaian pekerja kami akan segera berkoordinasi dengan pimpinan,” terang Nasroni.

 

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, maka perwakilan warga yang dalam hal ini di wakili oleh kepala lingkungan 111 dan juga ketua RT setempat, membuat surat perjanjian dengan pihak PT Dwi Lestari Jaya agar masalah ini benar-benar diselesaikan dan warga yang elektoniknya rusak tidak dirugikan oleh PT tersebut.

 

Ketua RT 04 Setiawan menjelaskan bahwa dalam surat perjanjian tersebut warga meminta pergantian dari pihak PT Dwi Lestari Jaya selama 1×24 jam dan warga diberikan waktu selama 2x 24 jam untuk mengklaim kerusakannya agar dapat segera didata, tetapi sebagai jaminannya agar pihak PT tidak ingkar janji, maka warga minta jaminan sebuah mobil pick up milik PT tersebut, tetapi bila hal ini tidak diselesaikan maka mobil tersebut akan diambil alih oleh warga dan masalah ini akan di bawa ke ranah hukum.

 

“Kami memberikan waktu kepada pihak PT Dwi Lestari Jaya untuk menyelesaikan ganti rugi ini selama 1×24 jam harus sudah ada keputusan, dan warga diberikan waktu untuk mendata dan klaim kerusakannya selama 2 x24 jam, dan kami minta jaminan mobil milik PT ini dan jika hal ini tidak di selesaikan maka mobil tersebut akan di ambil alih oleh warga dan akan melaporkan masalah ini kekepolisian,” pungkasnya.

 

Untuk menyikapi masalah ini, pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Bandar Jaya harus benar-benar selektif dalam pemilihan rekan kerja ataupun pihak yang ikut dalam tender dari PLN agar kedepan tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat. (Tam/red)