Pengertian Teori Efektivitas Hukum

Pengertian efektivitas hukum

Peraturan perundang-undangan baik yang tingkatannyalebih rendah maupun lebih tinggi bertujuan agar masyarakat maupun aparatur penegak hukumdapat melaksanakannya secara konsisten dan tanpa membedakan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya. Semua orang dipandang sama dihadapan hukum (equality before the law), namun dalam realitasnya peraturan perundang-undangan yang ditetapkan tersebut sering dilanggar, sehingga aturan itu tidak berlaku efektif. Tidak efektinya undang-undang bisa disebabkan karena undang-undangnya kabur atau tidak jelas, aparatnya yang tidak kosisten dan atau masyarakatnya tidak mendukung pelaksanaan dari undang-undang tersebut. Apabila undang-undang itu dilaksanakan dengan baik maka undang-undang itu dikatakan efektif. Dikatakan efektif karena bunyi unddang-undangnya  jelas, dan tidak perlu penafsiran, aparatnya menegekan hukum secara konsisten dan masyarakat terkena aturan tersebut

 

Istilah teori efektivitas hukum berasal dari terjemahan bahasa inggris, yaitu effectiviness of legal theory bahasa Belanda disebut effectiviteit van de jurisdische theorie, bahasa jermannya yaitu wirksamkeit der rechtlichen theorie.

 

Baca Juga: Belajar Hukum Kepailitan

Baca Juga:  Transparansi Menurut Para Ahli

 

Ada tiga suku kata yang terkandung dalam teori efektivitas hukum, yaitu teori, efektivitas, dan hukum. Didalam kamus besar bahasa indonesia, ada dua istilah yang berkaitan dengan efektivitas, yaitu efektif dan keefektifan.

Efektif artinya ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya), Manjur atau mujarab, dapat membawa hasil, berhasil guna (tentang usaha guna, atau tindakan), mulai berlaku (tentang undang-undang, peraturan).

Kefektifan artinya keadaan berpengaruh, hal berkesan, kemanjuran, kemujaraban, keberhasilan (usaha, tindakan) dan mulai berlakunya (undang-undang-peraturan).

Hans Kelsen menyajikan definisi tentang efektivitas hukum, efektivitas hukum adalah:

“ apakah orang-orang pada kenyataannya berbuat menurut suatu cara untuk menghindari sangsi yang diancamkan oleh norma hukum atau bukan, dan apakah sangsi tersebut benar-benar dilaksanakan bila syaratnya terpenuhi atau tidak terpenuhi”.

Konsep efektivitas dalam definisi Hans Kelsen difokuskan pada subjek dan sanksi. Subjek yang melaksanakannya, yaitu orang-orang atau badan hukum. Orang-orang tersebut harus melaksanakan hukum sesuai dengan bunyi norma hukum. Bagi orang-orang yang dikenai sanksi hukum, maka sanksi hukum benar-benar dilaksanakan atau tidak.

Anthony Allot mengemukakan tentang efektivitas hukum, bahwa:

“ hukum akan menjadi efektif jika tujuan keberadaan dan penerapannya dapat mencegah perbuatan-perbuatan yang tidak diinginkan dapat menghilangkan kekacauan. Hukum yang efektif secara umum dapat membuat apa yang dirancang dapat diwujudkan, jika suatu kegagalan, maka kemungkinan terjadi pembetulan secara gampang jika terjadi keharusan untuk melaksakan atau menerapkan hukum dalam suasana baru yang berbeda, hukum akan menyelesaikannya”

 

Baca Juga: Pengertian Teori Legislasi, Teori Pluralisme Hukum, Teori Penyelesaian Sengketa, Teori Kewenangan, Teori Perlawanan, Teori Perlindungan Hukum dan Teori Efektivitas Hukum

Baca Juga: Sejarah PERADI

 

Konsep Anthony Allot ini difokuskan pada perwujudannya. Hukum yang efektif secara umum dapat membuat apa yang dirancang dapat diwujudkan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Kedua pandangan diatas hanya menyajikan tentang konsep efektivitas namun tidak mengkaji konsep teori efektivitas hukum. Dengan melakukan sintesis terhadap dua pandangan tersebut maka dapat dikemukakan konsep tentang teori efektivitas hukum.

Teori Efektivitas hukum adalah:

“teori yang mengkaji dan menganalisisi tentang keberhasilan, kegagalan dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan dan penerapan hukum”.

Ada tiga fokus dalam kajian teori ini, yang meliputi:

a. Keberhasilan dalam pelaksanaan hukum.

b. Kegagalan didalam melaksakannya, dan

c. Faktor-faktor yang mempengaruhinya

 

daftar pustaka : buku  pertama “Penerapan Teori Hukum Pada Penelitian Tesis dan Disertasi” yang dibuat oleh Dr. H. Salim, HS, S.H.,M.S dan Erlies Septiana Nurbani, S.H., LLM.