Pengacara Jesica, Elisabet Sebut Ada Pembentukan Opini Seolah Dia Kriminal

Tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso (tengah) dikawal petugas keluar dari ruang tahanan saat akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/5). Polda Metro Jaya menyatakan berkas perkara kasus kopi beracun yang menjerat tersangka Jessica Wongso akhirnya lengkap yaitu P21. Berdasarkan ketentuan pasal 139 KUHAP secara formil dan materil berkas perkara dapat dilimpahkan ke pengadilan. ANTARA FOTO/Reno Esnir/nz/16.

Beritatransparansi.com, Jakarta – Tim Pengacara Jessica Kumala Wongso menolak dakwaan yang dituduhkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) soal tuduhan pembunuhan berencana.

Yang bertindak sebagai Ketua Majelis hakim adalah Kisworo, dan dibantu hakim Partahi Tulus Hutapean dan Binsar Gultom. Majelis Hakim mendengarkan pembacaan nota keberatan yang disampaikan oleh Elisabet Batubara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kemayoran, Rabu (15/6/2016)

“Ketiadaan bukti dan saksi yang kuat bahwa Jessica menabur sianida, maka dibentuklah opini seolah Jessica adalah seorang criminal”. Kata Elisabet saat membacakan nota keberatan.

“Maka telah disebarkanlah info di luar fakta-fakta yang sebenarnya, yaitu berupa rekam jejak Jessica selama di Australia,”. Kata Elisabet seperti yang dilansir dari liputan6,

Baca Juga:  Bawaslu Kabupaten Serang Temukan Kejanggalan Dalam Data DPS Pilkada

Elisabet menambahkan Kasus tersebut hanyalah kasus pelanggaran lalu lintas, namun dibentuk opini seakan-akan dia adalah seorang criminal.

Opini yang sudah tersebar dikalangan masyarakat tentu sangat berdampak kepada psikologis bagi klien. “Malang Jessica, belum diadili sudah dihukum bersalah,” imbuhnya. (bt, sumber liputan6)