Pendeta Bohongi Wali Kota Cabut IMB Gereja

Suasana rapat (11/3), Amas T, Kapolres Kota Serang, Dandim Serang, Kemenag Kota Serang, Ketua FKUB Kota Serang, dan Ketua Umum MUI Kota Serang
Suasana rapat (11/3), Amas T, Kapolres Kota Serang, Dandim Serang, Kemenag Kota Serang, Ketua FKUB Kota Serang, dan Ketua Umum MUI Kota Serang

Beritatransparansi.com, SERANG – Sebagaimana diketahui pemberitaan sebelumnya Amas Tadjuddin menyatakan bahwa pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang berlokasi di Jln Veteran No. 5 Kota Serang telah memperoleh IMB dari Kantor BPTPM Pemkot Serang yang ditanda tangani Mamat Hambali serta tanda verifikasi oleh Dul Barid, Siti Naila, dan Ir Agung.  Terbitnya IMB tersebut diduga bermasalah atau non prosedural.

 

Letak Gedung Gereja tersebut, lanjut Amas, berada diantara Kantor PT Pos Indonesia dan Gereja HKBP, posisinya disamping pusat perbelanjaan Ramayana, sebuah kawasan strategis di seputar alun alun Kota Serang yang memang dikelilingi gereja, arah barat Jln Brigjen KH Syam’un berdiri pusat pendidikan Yayasan Mardiyuana, sebelah utara Jln Diponegoro ada gereja mewah Gereja Kristen Indonesia (GKI) dan lembaga pendidikan Penabur.

 

“Asal diketahui saja bahwa satu satunya kota di Pulau Jawa dimana ada alun alun disitu ada Masjid, tetapi berbeda dengan Kota Serang disitu ada alun alun disitu tidak ada masjid melainkan dikelilingi gereja, ini menunjukan betapa masyarakat muslim kota Serang sesungguhnya sangat toleran dan mampu melindungi kelompok penganut agama non muslim hidup berdampingan rukun dan damai,”ujar Amas kepada beritatransparansi.com, Senin (13/3).

 

Pembangunan Gereja Bethel tersebut mengundang reaksi dan protes dari berbagai elemen masyarakat Kota Serang dan sekitarnya sebagaimana disampaikan oleh Dr H Asnawi Sarbini selaku Ketua FKUB Kota Serang dan diamini KH Mahmudi selaku Ketua Umum MUI Kota Serang, menurut kedua tokoh tersebut sangat berpotensi menimbulkan keresahan meluas dan masif, tidak terkendalinya situasi keamanan dan gangguan ketertiban umum, serta rusaknya kerukunan umat beragama yang sudah terjalin sangat baik di Kota Serang, demikian disampaikan dalam sebuah pertemuan di kawasan Ciracas, Sabtu tanggal 11 Maret 2017 lalu yang juga dihadiri AKBP Komarudin Kapolres Kota Serang, Letkol TNI Oki Andriansyah Dandim Serang, Kasat Intel Polres Kota Serang, Kepala Kemenag Kota Serang,  Hj Hafadzoh, Samsul Maarif,  Sakhrudin, Diah RQ dari FKUB dan Amas Tadjuddin.

 

Keresahan meluas dan masif menurut analisa Amas yang juga aktivis pencegahan terorisme ini dipicu oleh terbitnya IMB yang diduga tidak terbuka dan tidak prosedural, hal ini dapat dilihat diantaranya :

 

Pertama diketahui surat permohonan IMB nya diajukan oleh seseorang (belum diketahui identitasnya) mengatasnamakan Pendeta Albert H Pandiangan pada tanggal 24 November 2014.

“Selang sehari setelah itu tepatnya tanggal 26 November 2014 IMB dimaksud terbit dari BPTPM Kota Serang, luar biasa istimewa super cepat,” kata Hj Hafadzoh dari unsur FKUB yang selalu hadir dalam rapat-rapat membahas penyelesaian gereja dimaksud.

 

Kedua dokumen permohonan rekomendasi yang dimohonkan oleh Albert H Pandiangan kepada FKUB Kota Serang tertulis rencana pembangunan 5 lantai dari yang sudah ada, ternyata dalam IMB tertulis dikabulkan 6 lantai (lihat copy IMB), hal ini ada dugaan surat-surat yang diajukan kepada para pihak oleh pimpinan gembala jemaat gereja isinya berbeda beda.

 

Ketiga, tidak konsistennya tanda tangan pemohon atas nama Pendeta Albert H Pandiangan selaku pimpinan gembala jemaat gereja bethel diantaranya surat tanggal 01 dan 22 Oktober 2014 serta surat yang tertera dalam IMB tanggal 24 November 2014 tanda tanganya berbeda beda tapi namanya satu pendeta Albert H Pandiangan.

 

Berdasarkan fakta-fakta dokumen tersebut, Amas menduga telah terjadi manipulasi yang dilakukan secara sadar oleh pihak gereja, artinya Gereja talah Berdusta oleh karena itu Wali Kota Serang harus segera mencabut IMB nya, setelah itu Kembalikan gedung gereja ke bentuk semula, bongkar Kontruksi Baja tujuh meter kedepan, tiga lantai ke atas dari bangunan induknya, hal ini juga menjadi keputusan rapat yang difasilitasi Kapolres Kota Serang dan Dandim Serang sebagai usulan FKUB-MUI kepada Kapolres, Dandim dan Kemenag dalam rapat tersebut

 

Pada bagian lain, Amas meminta warga dan seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang menjaga kondusifitas kota, tidak terprovokasi, tidak bertindak anarkis, dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada pemerintah Kota Serang dan aparat penegak hukum sesuai prosedur perundang undangan yang berlaku. (bt)