Pemprov Banten Segera Gunakan Aplikasi Barang Persediaan

Beritatransparansi.com, SERANG – Pemerintah Provinsi Banten akan segera menggunakan aplikasi dalam mengelola persediaan barang Pemprov Banten. Aplikasi tersebut merupakan sistem yang dibuat oleh kementerian keuangan melalui Ditjen Pembendaharaan Republik Indonesia.

 

“Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah daerah, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarskat,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Provinsi Banten Nandy Mulya S, Rabu (19/4).

 

Dijelaskan Nandy, dengan aplikasi tersebut pencatatan dan pelaporan barang persediaan akan lebih mudah dan efesien. Selain itu, dengan aplikasi ini diperkirakan bisa meminimalisir temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)  atas pencatatan dan pelaporan barang persediaan tersebut.

Baca Juga:  Bupati Tuba Resmikan BMW Sport Center Dan Dua Tugu

 

“Temuan BPK atas pencatatan dan pelaporan barang persediaan di Pemprov Banten tahun-tahun terakhir ini menjadi permasalahan yang cukup serius, kondisi tersebut memerlukan penanganan segera, disamping permasalahan aset tetap,” papar Nandy.

 

Persediaan barang pada Pemprov Banten jumlahnya sangat besar, pada neraca tahun 2016 nilainya lebih dari Rp 65 miliar. Sehingga apabila pengelolaanya tidak tertib persediaan barang bisa menjadi salah satu penghambat Pemprov Banten dalam meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian.

 

“Kami targetkan tahun ini, sehingga nanti saat akhir tahun kita tidak perlu repot melakukan pendataan ulang,” paparnya.

 

Sementara ini, sambung Nandy, terhadap permasalahan persediaan barang, Pemprov Banten terus berupaya keras agar pengelolaannya menjadi baik dan tertib. Salah satu upayanya dengan melakukan pembinaan secara terus menerus kepada SKPD melalui disiplin pencatatan dan pelaporan persediaan barang.

Baca Juga:  PT. GPM Klaim Pengadaan Bandwidth Sudah Sesuai Kontrak

 

“Sesungguhnya kunci dari pada penyelesaian permasalahan aset tetap dan persediaan barang ini adalah komitmen. Diperlukan komitmen kuat para pihak terkait dan konsistensinya,” ungkap Nandy.

 

Sementara itu, Asda II Provinsi Banten Ino S Rawita menjelaskan, permasalahan aset tetap sampai saat ini masih dalam tahap penyelesaian dan perbaikan. Kemudian menyusul permasalahan pengelolaan persediaan barang yang setiap tahun selalu mendapat perhatian BPK.

 

“Kondisi ini jika dibiarkan maka akan menjadi semakin besar dan memerlukan waktu perbaikan yang lama,” paparnya.

 

Aplikasi persediaan barang dari Ditjen Pembendaharaan Kementrian Keuangan menurut Ino menjadi solusi untuk terus mendorong terwujudnya perbaikan tata kelola dan pelaporan persediaan barang.  “Untuk itu kami haturkan terima kasih yang sebesar-sebesarnya kepada Ditjen Pembendaharaan Kementrian Keuangan,” pungkasnya. (adv)

Baca Juga:  Tekan Penyebaran Covid-19, Polsek Pesisir Selatan Giat Operasi Yustisi Disiplin Prokes