Pemkot Cilegon Janjikan Pengawas dan Penilik Dapat Mobil Dinas

BeritaTransparansi.co.id, Cilegon – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berencana akan memberikan kendaraan operasional berupa mobil dinas kepada para pengawas dan penilik pendidikan yang ada di Kota Cilegon. Diberikannya kendaraan dinas tersebut untuk menunjang kinerja mereka dalam menjalankan tugasnya. Hal itu dikatakan Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati saat menjadi narasumber di acara┬áRapat Kerja (Raker) Pengawas Dinas Pendidikan Kota Cilegon, di Aula DPRD Kota Cilegon, Selasa (28/01/2020).

“Maksudnya, dia (pengawas dan penilik) kan juga butuh, bukan kita menjanjikan. Artinya dulu pernah kita usulkan cuma karena kemampuan anggarannya tidak ada akhirnya belum terealisasi, tapi kalau kemampuan anggarannya ada kan ngga apa-apa. Karena pengawasnya banyak, terus dia ngga punya kendaraan operasional kan kasian kalau untuk memonitor ke sekolah-sekolah. Karena peran pengawas sangat penting, jadi itu kan meringankan nanti kerja di dinas, kinerja kepala sekolah, guru semuanya dan itu dari pengawas,” kata Ati kepada awak media usai menghadiri kegiatan Rapat Kerja (Raker) Pengawas Dinas Pendidikan Kota Cilegon, di Aula DPRD Kota Cilegon, Selasa (28/1).

Baca Juga:  Inspektorat Tuba Janji Akan Panggil Diskominfo

Saat disinggung kapan akan direalisasikan kendaraan tersebut, Ati mengaku akan mengusahakan pada anggaran perubahan tahun ini. 

“Belum nanti kita usulkan, karena 2020 kan sudah berjalan. Syukur-syukur nanti kalau di perubahan bisa. Kalau sekarang kan kita sudah ketok palu,” ujarnya. 

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Ismatullah menyampaikan, pengawas pendidikan di Kota Cilegon ada tiga jenis pengawas yakni pengawas TK (Taman Kanak-Kanak), SD (Sekolah Dasar) dan SMP (Sekolah Menengah Pertama). Menurutnya, bukan hanya pengawas saja yang menerima kendaraan operasional mobil. Namun penilik yang ada di Dinas Pendidikan juga menerima kendaraan operasional mobil dari Pemkot Cilegon. Yang diharapakan dapat memberikan kinerja yang lebih baik lagi, dalam meningkatkan pelayanan.

Baca Juga:  Bupati Tuba Winarti Ikuti Kegiatan Simbolis Suntik Vaksin Covid-19

“Jumlah pengawas sementara yang saya ketahui 43, penilik itu ada 24, kepala sekolah sejumlah sekolah. Kalau SD hampir 181, untuk TK hampir 140, untuk SMP itu ada sekitar 47,” katanya. 

Namun, sampai saat ini baru ada satu unit kendaraan mobil yang diberikan kepada koordinator pengawas. 

“Operasional kendaraan sesungguhnya itukan dipakai dulunya operasional kepala dinas tapi waktunya sudah kelamaan. Kedepan kita konsultasikan kepada pimpinan untuk bisa diadakan perubahan atau pergantian dan penilik kemarin juga kita kasih kendaraan operasional. Jadi supaya dengan adanya penilik dan pengawas mendapatakan mobil operasional bisa kinerjanya lebih baik,” tuturnya.  

“Saya tahu mereka tuh kadang koordinasi ke Jakarta, keluar kota. Semoga dengan mobil yang akan dikasih lebih baik lagi. Karena mobil itu tidak bisa perorang karena mereka sudah kita kasih kendaraan motor tetapi maksudnya apabila ada kegiatan-kegiatan diluar, rakor dan lain-lain itu bisa menggunakan mobil tersebut sebagai sarana mempercepat, memerlancar dan meningkatkan pelayanan,” terangnya. 

Baca Juga:  Tekan Penyebaran Covid-19, Polsek Pesisir Selatan Giat Operasi Yustisi Disiplin Prokes

Mantan Kabag Umum Setda Kota Cilegon ini mengaku untuk pengawas jumlah mobil yang dibutuhkan idealnya tiga, ada tk, sd, dan smp.  

“Selama ini kita baru dikasih satu untuk pengawas. Tapi ideal ada tiga sehingga mereka punya mobilitas yang berbeda. Kalau penilik idealnya 8 karena mereka mengurusi masyarakat. Sementara ini kita kasih koordinator penilik saja, baru satu,” tandasnya. (Luk/Red)