Pegawai Kecamatan Way Pengubuan Lakukan Pungli Pembuatan E-KTP

 

Beritatransparansi.com, Lampung Tengah – Salah satu oknum pegawai kecamatan way pengubuan berinisial (R) melakukan tindakan pungli untuk pembuatan E-KTP. Pegawai yang berinisial (R) meminta uang sejumlah Rp.150 ribu  guna pembuatan e-ktp supaya di jadikan lebih cepat. Karena salah satu korban menelpon keluarganya si (R) kalangkabut ketakutan.

 

“Lalu si (R) mengembalikan uang yang di mintanya karena ia takut nanti ia menjadi masalah kata kata (R) dengan korban yang ia minta uang untuk pembuatan e-ktp,” Jelas korban yang berinisial (S).

 

“Awalnya saya dengan teman ingin membuat ktp, tapi saya belum melakukan perekaman, nah niat saya pada hari ini melakukan perekaman. Setau saya perekaman itu gratis bang tapi kenyataannya saat kami selesai melakukan perekaman saya dimintai uang sejumlah Rp.150 ribu dengan alasan agar pembuatan ktp cepat jadi,” terang korban saat diwawancarai.

Baca Juga:  Bupati Winarti Kembali Salurkan Program BMW TA 2020

 

Wakil bupati Lampung Tengah Loekman angkat suara masalah pungli ini “Kita baru saja melakukan fakta integritas masalah pungli dengan bupati pada saat upacara apel bulanan di lapangan merdeka gunung sugih,” ujar Loekman saat di konfirmasi di rumah dinas wakil bupati, Senin (10/10/16).

 

“Sebelumnya penandatangan dan intruksi presiden tentang pemberantasan pungli memang kita sudah lebih dulu mencangkan perang terhadap pungli. Cuma penandatangannya saja baru kita lakukan kemarin,” tambahnya.

 

Menanggapi permasalahan yang diatas bisa kita lakukan tindakan tegas bila mana pegawai yang terbukti melakukan pungli pembuatan ktp di kecamatan. “Tidak menutupi kemungkinan nantinya saya akan melakukan inspeksi mendadak atau berkantor sehari di kecamatan dan tempat pelayan-pelayanan masyarakat,” ungkap Loekman.

Baca Juga:  Pemprov Banten Raih Apresiasi Dari Kementerian Keuangan Atas Predikat WTP 2019

 

“Saya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat bila mana menemukan hal yang serupa agar dapat melaporkan kepada inspektorat ataupun kepada saya langsung selaku wakil bupati,“ tegas Loekman. (angga/red).