PATTIRO Banten Ajak Masyarakat Peran Serta Cegah Korupsi

 

beritatransparansi.com, Serang, Korupsi yang terjadi dilingkungan wilayah Pemerintah Daerah khususnya Banten masih terjadi baik di sektor pendidikan maupun kesehatan, hal ini mendapat perhatian dari Organisasi Masyarakat Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO Banten) dalam kegiatan diskusi publik bertema Korupsi di Kacamata Masyarakat Sipil yang diadakan di Sekretariat PATTIRO Banten, Kamis (9/6/2016).

Diskusi publik sekaligus buka bersama tersebut dihadiri dari berbagai kalangan yaitu dari Tokoh Banten, Koalisi Guru Banten (KGB), Komisi Transparansi dan Partisipasi Lebak (KTP), Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Pertimbangan Organisasi (HMI MPO), Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (IMADIKLUS), Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI), Pusat Informasi Warga Baros (PIW), BEM Untirta dan dari berbagai kalangan masyarakat sipil.

Baca Juga:  Himbau Masyarakat, Personel Polda Banten Gelar Patroli Dialogis

 

“Berdasarkan data yang diperoleh PATTIRO tingkat korupsi di sektor pendidikan dan kesehatan cukup tinggi, masyarakat Banten masih ada yang terkena gizi buruk, gedung-gedung sekolah masih ada yang tidak layak atau rusak”. Ujar Subhan selaku Divisi Pelayanan Publik PATTIRO Banten.

“Sebagai masyarakat, kita tidak boleh hanya berpangku tangan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan korupsi kepada penegak hukum, seperti polisi, jaksa, dan KPK.” imbuhnya

Subhan menambahkan peran serta masyarakat sipil dalam upaya penanganan tindak pidana korupsi tidak hanya dilakukan dengan kampanye, pendidikan anti korupsi dan juga menganalisa potensi korupsi. “Masyarakat sipil juga harus mulai menyusun langkah-langkah strategis, terstruktur dan massif”. Kata pria yang sedang melanjutkan studi pasca sarjana ilmu hukum di Untirta Serang-Banten.

Baca Juga:  Pendapat Akhir Walikota Tentang Tiga Raperda

 

Di sisi lain sebagai tokoh masyarakat Banten Khotib Mansur mendukung penuh kegiatan aliansi anti korupsi yang di inisiasi bersama, khotib mengajak kepada aliansi tersebut jangan hanya sebatas diskusi saja melainkan harus ada tindak lanjutnya.

“Sepakat bahwa korupsi adalah musuh kita bersama, jangan sampai korupsi menjadi budaya buruk di Banten”. Ujar pria penulis buku Bank Banten Dalam Pusaran Politik tersebut. (bt)