Palsukan Laporan Curas, Seorang Pria diamankan Polres Lampung Tengah

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lampung Tengah mengamankan Nurdin (60) warga Tulingitik, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah terkait kasus laporan polisi (LP) tindak pencurian dengan kekerasan (curas) palsu di Mapolres setempat pada 8 februari 2017 lalu.
Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lampung Tengah mengamankan Nurdin (60) warga Tulingitik, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah terkait kasus laporan polisi (LP) tindak pencurian dengan kekerasan (curas) palsu di Mapolres setempat pada 8 februari 2017 lalu.

Beritatransparansi.com, Lampung Tengah – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lampung Tengah mengamankan Nurdin (60) warga Tulingitik, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah terkait kasus laporan polisi (LP) tindak pencurian dengan kekerasan (curas) palsu di Mapolres setempat pada 8 februari 2017 lalu. Akibat perbuatanya pelaku diancam tujuh tahun penjara.

 

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Reski Maulana kepada wartawan mengatakan, pelaku ini memberikan keterangan palsu saat melakukan laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Lamteng. Keterangan dari pelaku, dalam LP itu telah terjadi pembegalan yang mengakibatkan kerugian sepeda motor jenis Beat miliknya di Kampung Tulungitik. Selain itu keterangan dalam LP pelaku mengaku diancam dengan senjata api (Senpi) untuk menyerahkan sepeda motornya tersebut.

 

“Pelaku membuat LP pada tanggal 8 februari. Dihari yang sama kami lakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) yang disebutkan pelaku dalam LP palsu itu. Setelah dicek ternyata tidak ada pembegalan. Kami langsung melakukan laporan terkait LP palsu dan kami sumpah pelaku akhirnya mengaku telah memberikan kronologis palsu dalam LP,” Ujarnya di Mapolres Lamteng, Jumat (10/2).

 

Sementara satu unit sepeda motor Jenis Beat dan Laporan Palsu sudah diamankan sebagai barang bukti pelaku telah memberikan keterangan palsu kepada pihak kepolisian. “Kami amankan barang bukti terkait kasus ini,” pungkasnya.

 

Kepada wartawan pelaku mengaku terpaksa memberikan keterangan palsu karena sepeda motor miliknya sudah digadaikan kepada temanya. Karena tidak bisa membayar sepeda motor kepada temanya dan Leasing pelaku langsung datang ke Polres setempat untuk memberikan keterangan palsu.

 

“Saya terpaksa mas, karena motor saya sudah digadai Rp 4 juta dan saya tidak bisa membayar, apalagi leasing sudah menagih saya. Saya pikir membuat LP pembegalan bisa selesai semuanya, tidak ditagih leasing,” terang pelaku.

 

Akibat perbuatanya, pelaku diancam pasal 242 tentang keterangan palsu dengan kurungan penjara maksimal tujuh tahun. Kini barang bukti dan pelaku diamankan di Mapolres Lamteng guna penyidikan lebih lanjut. (tam/red)