Paket Ganja Siap Edar diamankan Polsek Terbanggi Besar Lamteng

2 tersangka saat diamankan di kedua tempat berbeda Acong alias Aming yang menggunakan singlet hitam bertopi dan Ade menggunakan bajju berwarna abu-abu. Kamis (12/01/17).
2 tersangka saat diamankan di kedua tempat berbeda Acong alias Aming yang menggunakan singlet hitam bertopi dan Ade menggunakan bajju berwarna abu-abu. Kamis (12/01/17).

Beritatransparansi.com, Lampung Tengah – Kepolisian Sektor Terbanggi Besar Lampung Tengah berhasil menangkap tiga pengedar narkoba jenis Ganja, ketiganya bernama Rahmat, Ade dan Acong, namun Ade sudah diamankan terlebih dahulu saat hendak bertransaksi, Kamis (12/01/17).

 

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pemuda bernama Rahmat yang beralamat di Bandar Jaya Timur hendak bertransaksi dengan Ade, saat hendak ditanggap Ade sempat melawan, namun perlawanan itu tidak berlangsung lama, petugas langsung mengamankannya.

 

Dari perkembangan kasus tersebut, Kapolsek Kompol. Saifullah, S.H., M.M., M.H berhasil ungkap dari mana sumber Ganja tersebut. “Berdasarkan keterangan ade bahwa acong alias Aming yang beralamatkan di kampung Gunung Agung kecamatan Terusan Nunyai adalah bandar ganja yang memasok dirinya,” ujar Kapolsek kepada awak media saat ekspose perkara.

 

“Barang bukti yang diamankan dari ade diantaranya diamankan sepuluh paket ganja, dan sebuah motor Honda 70, kemudian dari Aming di dapatkan tujuh puluh tujuh paket ganja siap edar dan sejumlah uang hasil penjualan ganja tersbut. Barang haram tersebut didapatkan di sebuah rumah gubuk yang berada di belakang rumah tersangka yang biasa digunakan untuk pesta ganja,” tambahnya.

 

“Kita amankan lebih dulu tersangka atas nama Rahmat, dari Rahmat kita amankan Ade, lalu terkahir kita amankan acong alias aming,” terang Kapolsek.

 

Lanjutnya, dari tiga tersangka tersebut kita amankan 7 paket siap edar dari Rahmat, 10 paket siap edar dari Ade, dan 77 paket dari Acong alias Aming, sejumlah uang dan dua motor diantaranya sebuah motor honda 70 dan honda beat berwarna merah.

 

Berdasarkan keterangan tersangka bahwa ia mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yamg berada di Bandar Lampung. “saya berkomunikasi melalui jaringan telepon dan kami bertemu di jalan untuk melakukan transaksi,” terang Acong alias Aming kepada wartawan. (tam/red)