Pakai Akun Palsu Polisi, YS Tipu Perempuan Rp 21 Juta Rupiah dan di Janjikan Nikah

BeritaTransparansi.co.id, Serang – Ditreskrimsus Polda Banten Subdit V Siber berhasil mengungkap kasus terhadap seseorang yang diduga melakukan tindak pidana pembuat akun palsu mengatasnamakan anggota polri pada hari Selasa (13/8/2019).

Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Rudi Hananto melalui Kasubbit V Siber Ditreskrimsus Kompol Wiwin Setiawan mengatakan, ungkap kasus tersebut sesuai Laporan Polisi (LP) Nomor LP/275/VIII/RES.2.5./2019/SPKT I/ BANTEN Tanggal 12 Agustus 2019, Surat Perintah Tugas Nomor : SP.Gas/12/VIII/Res 2.5/2019/Ditreskrimsus, tanggal 12 Agustus 2019;, Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP.Sidik/12/VIII/Res 2.5/2019/Ditreskrimsus, tanggal 12 Agustus 2019, dengan korban Briptu Tri Sutrisno yang berdinas aktif di kesatuan Ditlantas Polda Banten.

“Awal mulanya tersangka YS mengunggah foto seorang anggota Polri yang berdinas di Polda Banten yang diketahui bernama Briptu Tri Sutrisno, diakun palsu miliknya dengan nama akun Trii FDT, Dengan modal foto profil seorang anggota Polri, pada sekitar bulan Juni pertengahan tahun 2018 lalu, tersangka berkenalan dengan perempuan berinisial RR (status dalam perkara UU nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE sebagai saksi) warga Kabupaten Pandeglang, melalui akun facebook palsu milik tersangka tersebut,” Ujarnya kepada awak media saat melaksanakan press conference, Kamis (22/8/2019)

Baca Juga:  Bependa Tuba Tingkatkan Pendapatan Pajak Daerah

Kemudian Wiwin mengatakan, Tersangka YS melancarkan aksinya dengan berpura-pura sebagai anggota Polri dan menghubungi pertamakalinya dengan melakukan inbox di akun facebook milik saudari RR. Seiring berjalannya waktu, YS dan RR semakin intens berkomunikasi melalui akun media sosial Facebook dan Whatsapp.

“Tersangka memanfaatkan kedekatannya, kemudian berawal dalih berniat menikahinya, kemudian tersangka YS pada tanggal 17 dan 18 Desember 2018 meminta sejumlah uang untuk biaya perawatan dan pengobatan medis ibu kandungnya yang sedang sakit. Pada tanggal tersebut, RR mengirim sejumlah uang sebanyak 3 kali transfer kepada YS dengan menggunakan nomor rekening adik kandung dan kakak sepupu nya yakni berinisial ID (status saksi), masing-masing nominal 10 Juta, 8 Juta dan 3 Juta Rupiah, dengan keseluruhan mengalami kerugian material sebesar Rp.21.000.000,00- (Dua Puluh Satu Juta Rupiah),” Katanya.

Baca Juga:  Di Acara TV, Bupati Tuba Sampaikan Program Kerja

Setelah menerima transferan uang tersebut, bahwa YS meminjam kartu
ATM milik ID dengan alasan akan mengambil sejumlah uang yang telah ditransfer oleh temannya, dan setelah tersangka menerima transferan sejumlah uang tersebut, hubungan keduanya terutama tersangka YS intensitas komunikasinya menurun kepada RR kemudian hilang kontak.

“Hilangnya komunikasi YS kepada dirinya, RR mulai merasa curiga dan berniat menagih sejumlah uang yang pernah ia berikan. RR yang mempunyai teman seorang anggota Polri di Pandeglang ini menceritakan bahwa ia sedang menjalani hubungan dengan seorang anggota Polri yang berdinas di Polda Jatim dan menceritakan permasalahannya tersebut.
Pada saat RR menunjukan foto Briptu Tri Sutrisno (yang digunakan tersangka untuk mengelabui RR), temannya mengenali foto tersebut lantas mencoba menghubungi Briptu Tri Sutrisno melalui video call,” jelasnya

Baca Juga:  Bapenda Tuba Diduga Belum Maksimalkan Pajak Dari Sektor Ini

“Untuk memastikan dan mengobati penasarannya RR mendatangi korban di tempat tinggalnya di Kota Serang, merasa dirugikan, kemudian Briptu Tri Sutrisno melaporkan kejadian tersebut kepada penyidik Ditreskrimsus Polda Banten pada tanggal 12 Agustus 2019,” Imbuhnya.

Bedasarkan kejahatan yang dilakukan, pelaku dikenakan Pasal 51 Ayat (1) Jo Pasal 35 UU RI No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU RI No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Kurungan penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak 12.000.000.000,- (dua belas milyar rupiah),” tutupnya. (0KI)