Nama Wagub Banten di Sebut-sebut Masuk Dalam Bursa Menteri Muda Jokowi-Ma’ruf ?

BeritaTransparansi.co.id, Serang – Presiden Jokowi beberapa kali menyatakan akan menggunakan tenaga menteri muda, dari kaum milenial.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan memakai kemampuan menteri di usia 20an hingga 30an tahun. Salah satunya nama Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Andhika Hazrumy yang disebut-sebut masuk ke dalam calon menteri Jokowi-KH.Ma’ruf Amin periode 2019-2024.

Pria berusia 33 tahun itu mengapresiasi jika namanya masuk ke dalam calon menteri mantan Walikota Solo itu.

“Itu apresiasi buat Banten. Jangankan jadi (menteri), masuk bursa saja sudah apresiasi banget untuk Banten. Pak Jokowi kan memang sudah bilang, kalau akan ada beberapa menterinya dari kalangan milenial,” kata Andhika, ditemui di gedung DPRD Provinsi Banten, Kamis (22/8/2019).

Baca Juga:  Menpan RB Resmikan Mall Pelayanan Publik Pemkab Tulangbawang

Menurut Andhika, siapapun nanti yang akan menjadi menteri di kabinet Jokowi periode kedua, bisa terus membangun Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Karena Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya. Sehingga pembangunan yang dilakukan oleh Jokowi-Kyai Ma’ruf harus mengutamakan kepentingan masyarakat umum.

Namun jika ada menteri asal Banten, maka pembangunan di daerah yang hanya selempatan batu dari Jakarta ini, akan lebih cepat lagi.

“(Tentu) akan menjadi amunisi bagi kita di Banten untuk bisa lebih cepat lagi dalam menjalankan rencana pembangunan, mulai dari menghapus kesenjangan daerah hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan perekonomian daerah,” jelasnya.

Meski namanya masuk dalam bursa menteri milenial Jokowi, Andhika mengaku hal tersebut tak mengganggu kerjanya. Dia kini fokus bekerja sebagai Wagub Banten bersama Gubernur Banten, Wahidin Halim.

Baca Juga:  KI Kalbar Studi Banding ke KI Banten Bicarakan Soal PSI

Politisi Golkar yang kini menjabat sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Banten ini menerangkan kalau dia bersama Jokowi dan KH.Ma’ruf Amin telah menjalin komunikasi dan silaturahmi.

“Jadi wagubnya saja belum selesai (sembari tertawa). Ya (komunikasi) sudah dari dulu, apalagi dengan Kyai Maruf. Sejak awal kan kita komunikasi terus,” terangnya. (0KI)