Marwan Jafar : Dana Desa Tahun 2016 Sebesar 47 Triliun

BT News. Jakarta, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar sangat apresiasi kepada para penggiat keterbukaan di seluruh nusantara yang telah memperjuangkan hak atas kebebasan mendapatkan informasi.

“Keterbukaan informasi di level desa dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap kritis, kesadaran dan inisiatif masyarakat setempat untuk aktif berpartisipasi mengawal dan terjun langsung dalam pembangunan desa” ujar Marwan Jafar saat acara Peringatan 8 Tahun Lahirnya Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), di Wisma Antara, Jakarta, Senin (16/5/2016).

Marwan Jafar menyatakan dana desa tahun 2016 adalah sebesar 47 Triliun, naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya 20,7 Triliun.

“Tantangan besar saat ini adalah bagaimana desa dapat mengelola dan menghasilkan kegiatan dengan baik, Di sinilah kemudian pentingnya keterbukaan informasi di desa” ujar Marwan Jafar.

Baca Juga:  Inspektorat Tuba Janji Akan Panggil Diskominfo

Ia yakin, kolaborasi antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan Komisi Informasi Pusat (KIP) tersebut akan sangat mempengaruhi peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik, terutama pemerintahan di desa

Di sisi lain, Ketua KIP, Abdulhamid Dipopramono menyatakan, Mou antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia dan KIP adalah bukti adanya keterkaitan erat antara UU Desa dan UU KIP. hal ini juga merupakan aspirasi dari Komisi Informasi di Daerah yang memerlukan payung hukum agar dapat ditindaklanjuti di daerah.

“dalam hal kewenangannya, desa adalah tanggungjawab Komisi Informasi di daerah. Kami.harap, MoU ini tidak hanya coretan di atas kertas, tapi bisa diterapkan di daerah,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Tuba Lantik Pejabat Administrator Dan Pejabat Pengawas

(TR)