LPA Lamteng Kecam Oknum Guru PNS Cabuli Anak dibawah Umur

Ketua LPA Lampung Tengah Eko Yuono
Ketua LPA Lampung Tengah Eko Yuono

Beritatransparansi.com, Lampung Tengah – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Lampung Tengah mengecam tindakan oknum guru PNS yang bertugas di SMKN 2 Terbanggi Besar yang diduga telah mencabuli Bunga (Bukan nama sebenarnya) beberapa waktu lalu. Atas peristiwa itu LPA meminta Pihak Polres Lampung Tengah mengusut tuntas kasus yang melibatkan anak dibawah umur tersebut.

 

Ketua LPA Lamteng Eko Yuono mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan tindakan oknum guru mecabuli anak yang mengalami keterbelakangan mental (retardasi) dan epilepsi di Kecamatan Seputih Agung. Menurutnya seorang guru harus menjadi panutan seorang pelajar atau siswa disekolahan maupun dilingkungan masyarakat.

 

Hal seperti ini terus terjadi, jika pihak kepolisian tidak mengusut tuntas kasus ini, maka tidak ada efek jera kepada pelaku pencabulan dengan korban-korbanya masih dibawah umur.

 

“Saya sangat prihatin dan mengecam sekali tindakan oknum guru itu mas. Biadab itu, guru harus jadi panutan kok malah jadi predator seperti itu,” ujarnya, kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (15/2/2017).

 

Lanjutnya, saat ini di Lampung Tengah banyak terjadi kasus pencabulan dengan pelaku adalah orang terdekat seperti guru, keluarga atau guru ngaji. Hal ini jika tidak ditangani serius, jangan sampai dibiarkan begitu saja. Semua pihak di Lampung Tengah harus turun tangan seperti pemerintah setempat harus memberikan sanksi tegas kepada oknum guru tersebut.

 

Sementara saat ini, LPA terus mendampingi proses hukum di Polres Lampung Tengah atas laporan pencabulan dari pihak korban. Tidak sampai disitu saja, LPA akan mendapingi sampai vonis hakim dipersidangan pengadilan nantinya.

 

“Saat ini kami terus mendapingi korban dalam kasus pencabulan ini. Pertama kita rehab dulu mentalnya yang sudah trauma. Nah untuk proses hukumnya kami terus pantau. Sekarankan masih proses penyilidikan polisi, kita akan terus damping sampai proses ini berlanjut di pengadilan dan pelaku dihukum sesuai dengan perbuatnya,” kata dia lagi. (Tam/red)