Loloskan Pencuri, Pria Profesi Satpam Ini di Penjara

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

Beritatransparansi.com, Serang – Sam’un (30) dituntut pidana penjara selama 10 bulan di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Selasa (14/2). Satpam pabrik PT The Univenus melanggar Pasal 374 jo Pasal 56 ke-2 KUH Pidana. Sam’un membiarkan aksi pencurian di pabriknya demi memeroleh imbalan.

 

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa (Sam’un) dengan pidana penjara selama 10 bulan dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap berada di dalam tahanan,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Serang Ani Indriyani dihadapan majelis hakim yang diketuai Yusriansyah, Selasa (14/2/17).

 

Hal yang memberatkan adalah perbuatan Sam’un telah merugikan PT The Univenus namun hal yang meringankan adalah Sam’un mengakui perbuatannya didalam persidangan.

 

“Menyatakan barang bukti berupa uang tunai Rp 1,5 juta dikembalikan kepada PT The Univenus,” kata Ani.

 

Pencurian itu bermula pada Selasa 4 Oktober 2016 sekira pukul 22.00 WIB. Saat itu, Sam’un tengah berjaga di lingkungan pabrik, di Desa Sukamaju, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang. Saat sedang bertugas, Endin (buron) menghampiri di pintu keluar pabrik. Rupanya, Endin ingin melobi Sam’un agar meloloskan mobil pickup B 9328 OP yang membawa tisu 220 karton.

 

Merasa aksi itu tidak akan tercium pihak pabrik, Sam’un kemudian meloloskan mobil yang dikemudikan Kamsuri (penuntutan terpisah) itu. Keesokan harinya sekitar pukul 08.00, Sam’un menemui Kamsuri di dekat gerbang PT Indah Kiat tepatnya di Kragilan, Kabupaten Serang. Sam’un kemudian diberi uang Rp 1,5 juta oleh Kamsuri sebagai imbalan telah meloloskan mobil yang mengangkut tisu curian.

 

Malam harinya, perbuatan Sam’un terungkap. Warga Kampung Soyog, Desa/Kecamatan Taktakan, Kota Serang, dipanggil komandan regu satpam PT. The Univenus karena tisu pabrik hilang. Saat diinterogasi Sam’un mengakui perbuatannya. Ia kemudian diserahkan kepada petugas kepolisian karena telah menyebabkan kerugian pabrik yang mencapai Rp 70 juta lebih.

 

Setelah pembacaan tuntutan, rencananya sidang akan kembali digelar Selasa pekan depan dengan agenda putusan atau vonis majelis hakim. (rdr/bt)