Kualitas Udara Jakarta Disebut Tak Sehat, Hati-hati Risiko Hipertensi

BeritaTransparansi.co.id – Pada Selasa (25/6/2019) lalu, situs penyedia peta polusi udara online, AirVisual, menilai kualitas udara Jakarta tidak sehat. Hal ini ditunjukkan melalui nilai air quality index (AQI) yang sempat mencapai angka 216 atau termasuk dalam kategori ‘very unhealthy’.

Soal polusi udara umumnya kita akan mengira paru-parulah yang menjadi korban pertamanya. Namun sebuah studi baru mengungkapkan hipertensi dan sindrom metabolik juga bisa ditimbulkan dari paparan udara tak sehat dalam jangka panjang.

Dilaporkan WebMD, sindrom metabolik ini termasuk sejumlah kondisi kesehatan yang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes. Dalam studi yang digarap oleh para peneliti asal Lithuania ini mengumpulkan data dari pemukim apartemen dan rumah pribadi di Kota Kaunas.

Kota Kaunas merupakan kota kedua terbesar di dunia dengan populasi mencapai 280 ribu jiwa. Studi ini mengeinvestigasi kaitan antara paparan polusi udara jangka panjang, sejauh apa mereka hidup dari ruang hijau terbuka dan jalan besar serta peningkatan tekanan darah tinggi dan komponen sindrom metabolik, seperti kadar trigliserida tinggi, kadar kolesterol HDL rendah, tingginya gula darah dan obesitas.

Hasilnya, ditemukan bahwa dampaknya hanya terlihat pada orang-orang yang tinggal di gedung apartemen, namun kaitannya bukanlah sebab-akibat. Penemuan ini dipublikasikan pada tanggal 24 Juni lalu dalam Journal of Public Health.

“Hasil penelitian kami memungkinkan kami untuk mengatakan bahwa kami harus mengatur sebanyak mungkin ruang hidup untuk satu orang di rumah keluarga, meningkatkan isolasi kebisingan apartemen, dan mempromosikan pengembangan ruang hijau di rumah keluarga,” tandas Agne Braziene, penulis studi tersebut, dari Institute of Cardiology at the Lithuanian University of Health Sciences.

AirVisual memakai AQI yang mempertimbangkan enam jenis polutan utama yaitua PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon di permukaan tanah. Enam polutan utama itu dikalkulasikan menjadi angka AQI. Rentang nilai AQI adalah 0-500. Semakin tinggi nilai AQI maka semakin tinggi tingkat polusi udara

Sumber : detikHealth