KPU Cilegon Mulai Rekrut PPK

BeritaTransparansi.co.id, Cilegon – Persiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon sudah memasuki tahapan perekrutan tenaga Ad Hoc di tingkat Kecamatan, jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Cilegon. 

Kasubag Keuangan, Umum, dan Logistik KPU Cilegon, Achmad Yusuf menjelaskan sampai tiga hari kedepan masuk ke tahap pengumuman pendaftaran Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK), lalu di tanggal 18 Januari akan memasuki tahap penerimaan berkas hingga 24 Januari. 

Namun ia juga menjelaskan bahwa akan ada kenaikan honor untuk tenaga Ad Hoc sampai Rp 300 ribu, selain itu bila selama masa penerimaan berkas kuota belum terpenuhi akan dibuka lagi selama tiga hari.

“Kami umumkan selama tiga hari, lalu penerimaan berkas selama 7 hari. Bila kurang kuotanya, maka dibuka lagi 3 hari. Jadi per kecamatan 5 orang, keseluruhan totalnya 40 orang. Untuk pelantikan tanggal 29 Februari,” tuturnya, saat ditemui di ruangannya, Kamis (16/1).

Baca Juga:  Pemkab Tuba Kembali Dapat Opini WTP Dari BPK RI

Dalam menjaring pendaftar, ia mengaku sudah melakukan pemberitahuan secara offline, dan online, seperti di kantor kecamatan-kecamatan, lalu website KPU Cilegon sendiri, atau mitra media. Kemudian ia menjelaskan untuk pengambilan formulir bisa diunduh di laman situs KPU Cilegon, atau datang ke kantor KPU Cilegon.

“Untuk penyerahan dokumen bisa via email, pos, atau datang langsung. Untuk formulir nanti ada di web atau di kantor kami sudah sediakan,” imbuhnya. 

Selain itu, Yusuf pun menjelaskan terkait kenaikan tenaga Ad Hoc yakni PPK berdasarkan surat Kementerian Keuangan nomor S-735/MK.02/2019 lalu ada surat dari KPU RI tertanggal 28 Oktober 2019 tentang kenaikan honorarium Badan Ad Hoc, maka ada kenaikan berkisar Rp 150-300 ribu. 

Baca Juga:  Kunjungan Kerja Kapolda Lampung Disambut Bupati Tuba

Dengan masa jabatan sekitar sembilan bulan, terhitung sejak 1 Maret 2020 setelah melalui seleksi  administrasi, tertulis, wawancara, dan tanggapan masyarakat setelah masuk 10 besar.

 “Untuk kenaikan ketua tadinya dari  Rp. 1,850,000 menjadi Rp. 2,200,000, kemudian anggota Rp. 1,750,000 jadi Rp. 1,900,000  ada kenikan150-300 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Cilegon Irfan Alfi menjelaskan proses rekrutmen sudah mulai dilakukan oleh KPU Cilegon melalui tahapan-tahapan yang sudah ada, sampai pelantikan di 29 Februari 2020 nanti.

 Ia berharap melalui proses tersebut bisa tercipta sebuah penyelenggara ad hoc di tingkat kecamatan yang solid, professional, dan berintegritas. Namun disatu sisi ia pun berharap bisa menunjukan ketelitian, dan keseriusan agar mampu mempersiapkan semuanya. Sehingga outpoutnya melahirkan tahapan-tahapan dan sebuah konstelasi pemilihan yang berkualitas, dengan prinspip professional dan integritas.

Baca Juga:  Bupati Tuba Beri Santunan 25 Anak Yatim Berupa Beras

“Tentu diutamakan yang terbiasa bermsasyarakat mengenal geografis, sosio-politik, dan bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam tahapan pilkada, bukan hanya aktif di hari H tapi masyarakat bisa aktif dalam proses tahapan-tahapan yang ada. Sehingga menghasilkan tahapan pilkada yang berkualitas,” tuturnya.

Sementara untuk kenaikan honor, Irfan menjelaskan hal tersebut demi menunjang Pilkada yang berkualitas, baginya penyelenggara bersifat  volunterry atau kesukarelaan, bukan sebuah pekerjaan dalam hal menghasilkan peningkatan ekonomi, tapi sebagai pejuang demokrasi. 

“Semoga dengan adanya kenaikan bisa lebih progresif, dan aktif. Mudah-mudahan bisa menunjang mobilitas penyelenggara khususnya panitia Ad Hoc,” tandasnya. (Luk/Red)