Korban Meninggal Dinilai Tidak Wajar

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

Beritatransparansi.com, SERANG- Kematian Miftahudin (25) warga asal Picung, Kabupaten Pandeglang itu diakui oleh tim forensik Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RS dr Drajat Prawiranegara, Kota Serang dinilai tidak wajar.

 

“Masih dalam pemeriksaan. Memang ada ketidakwajaran dengan kematian korban,” kata Kepala IKFM RS dr Drajat Prawiranegara dr. Budi Suhendar, Senin (28/11/2016).

 

Jasad Miftahudin ditemukan tersangkut di besi yang melintang tepat di bawah Jembatan Ciracas, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Sabtu (26/11/2016). Tubuh korban tersangkut pada besi dengan posisi terbalik, kepala di bawah dan kedua kakinya di atas.

 

Pakaian yang dikenakan juga masih lengkap, sweter warna merah dengan celana panjang hitam. Namun, korban sudah tidak mengenakan alas kaki, meskipun masih memakai kaus kaki.

Baca Juga:  Polsek Sukarame dan Siswa SIP Angkatan 49 Giat Baksos Bagikan Beras Dan Masker

 

Saksi memberitahukan penemuannya kepada warga sekitar jembatan di atas Sungai Cibanten itu. Warga pun langsung melaporkannya kepada polisi.

“Kami harus melakukan cek laboratorium untuk mengetahui penyebab matinya korban. Tidak ada luka terbuka, hanya luka lecet dan lebam. Hasil diketahui biasanya dua minggu,” jelas Budi.

 

Terpisah, Kasatreskrim Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Gogo Galesung tidak menampik korban tewas akibat kekerasan fisik.

 

“Kalau disitu (TKP-Red), hanya lokasi pembuangan saja,” kata Gogo. Gogo mengakui masih menyelidiki dugaan adanya pelaku kekerasan yang menyebabkan kematian korban. “Masih diselidiki,” ujarnya singkat. (bt/red)