Komentar Direktur RSU Banten Soal Kegiatan Ilegal

Beritatransparansi.com, Serang – Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Banten Dwi Hesti Hendarti menyampaikan bahwa kegiatan seminar karakter building pada Sabtu-Minggu 18 Maret 2017 hingga 19 Maret 2017 lalu yang diselenggarakan dipuncak Bogor Jawa Barat marupakan bagian dari tindak lanjut akreditasi salah satu Lembaga Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Banten.

 

Pernyataan tersebut menjawab tudingan Kepala Inspektorat Provinsi Banten Kusmayadi yang menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan kegiatan ilegal yang melanggar Permendagri nomor 61 tahun 2007 dengan melakukan kegiatan diluar DPA yang telah ditetapkan.

 

Hesti mengaku telah mempersiapkan anggaran untuk kegiatan itu sebelumnya. “Kalau tidak pergi kesana, bisa kena denda Rp 300 juta oleh pihak ketiga, kalau pun kesana tetap segitu keuangan yang dikeluarkan, jadi tetap kita lanjutkan,” ujarnya kepada awak media di RSU Banten, Selasa (21/3).

 

Dikatakan Hesti, keputusan untuk kegiatan tersebut diambil bukan bersumber dari APBD. “sumbernya kita cari nanti,”ujarnya.

 

Hesti menambahkan, walau telah dilarang inspektorat, alasan Hesti tetap menyelenggarakan kegiatan tersebut yaitu upaya penyamaan visi dan misi seluruh pegawai RSU Banten. “kita bukan untuk liburan,” terangnya. (bt)