Komen Bernada Menghina Di Medsos, Pemuda Ini Terancam Pidana

Beritatransparansi.com, SERANG – Penyelidikan kasus komentar akun facebook Rudi Ferdiyansah yang dinilai menghina Habib Rizieq Syihab bakal memakan waktu lama. Penyidik Subdit II Fiskal, Moneter, Devisa (Fismondev) dan Cyber Crime, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten harus mengecek postingan itu ke laboratorium forensik Mabes Polri.

 

“Masih penyelidikan. Proses penyelidikan membutuhkan waktu lama. Masih inget kasus video sekda (Kurdi Matin-red) kan? Nah, seperti itu, harus memeriksa ahli, postingan itu harus diteliti dahulu di labfor Mabes,” kata Direktur Reskrimsus Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Nurullah dihubungi wartawan, Rabu (30/11/2016).

 

Rudi Ferdiyansah dilaporkan atas tuduhan telah menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan rasa benci atau permusuhan individu atau kelompok. Warga Keruwuk, Kelurahan Rawaarum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, dilaporkan ke Polda Banten Rabu (23/11/2016) malam, setelah komentar di sebuah halaman berita ramai di media sosial (medsos).

Baca Juga:  Wali Kota Serang Syafrudin Buka 'Gebyar Pekan Kuliner dan Industri Pasar Kreatif IKM/UKM 2020

 

Oleh pelapor, Juju Sujana, dianggap telah melanggar Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang No 23 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Hasil dari penelitian labfor, baru ditentukan apakah ada pelanggaran undang-undang ITE atau bagaiamana,” kata Nurullah.

 

Akun Facebook dengan nama Rudi Ferdiyansah menuliskan komentar tentang permintaan agar Kapolri Jenderal Tito Karnian menembak mati Habib Rizieq Syihab. Belakangan diketahui bahwa komentar terlapor dipicu oleh perbedaan pendapat mengenai kasus dugaan penistaan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

 

“Saksi-saksi masih belum diperiksa. Terlapor juga belum,” kata Nurullah. Hingga kemarin, Rudi Ferdiyansah masih belum bisa ditemui. Dia belum pulang ke kediamannya, di Keruwuk, Kelurahan Rawaarum. Sejumlah tetangganya tidak percaya jika Rudi Ferdiyansah nekat menulis komentar yang bernada provokatif menebar kebencian.

Baca Juga:  Polisi Amankan Puluhan Gram Sabu Siap Edar

 

Pasca laporan Juju Sujana, sejumlah warga Keruwuk berinisiatif mengamankan rumah Rudi Ferdiyansah pada Rabu (23/11/2016) malam hingga Kamis (24/11/2016) dini hari. Menurut Husen Saidan yang mengaku ikut mengamankan rumah terlapor, inisiatif warga itu karena kekhawatiran ada orang tak bertanggung jawab bertindak anarkis terhadap keluarga Rudi Ferdiyansah.

 

“Kami rondain sampai pagi bersama pihak Polsek Pulomerak dan Polres Cilegon, khawatir keluarganya menjadi sasaran,” ungkap Husen. Husen bahkan meminta penyidik Polda Banten menemukan Rudi Ferdiyansah untuk diproses secara hukum.

 

“Saya minta pihak kepolisian untuk mencari dan segera menindak Rudi lantaran sudah menghina tokoh besar dan agama Islam,” tukasnya.

 

Sebelumnya, ibu kandung Rudi Ferdiyansah, Unayah, enggan berkomentar banyak terkait permasalahan hukum yang diduga dilakukan anaknya. “Kejadian ini karena ada yang mengisengi saja. Kayaknya ada yang tidak senang ke Rudi,” ujarnya. (bt/red)

Baca Juga:  Kasus Meningkat, Gubernur Banten Segera Berlakukan PSBB di Semua Wilayah