KH Amas Tadjuddin : Bentar Lagi Natal dan Tahun Baru, Diharapkan Saling Jaga Kerukunan Beragama

BeritaTransparansi.co.id, Serang – Sebentar lagi, perayaan hari Natal dan Tahun baru 2020 tiba. Untuk menjaga kerukunan antar umat beragama secara baik, baiknya untuk merayakan hal tersebut umat Kristiani melakukannya di dalam Gereja saja.

Hal tersebut dikatakan oleh sekertaris Majelis Ulama Indonsesia (MUI) Kota Serang KH Amas Tadjuddin dalam pers rilisnya, Minggu (15/12/2019).

“Untuk umat Kristiani dan warga yang merayakan Natal agar senantiasa menjaga kerukunan umat beragama secara baik, lebih mengedepankan rasa persaudaraan sebangsa dan setanah air, oleh karena itu sebaiknya perayaan Natal dilaksanakan di dalam Gereja saja dan tidak provokatif,” kata KH Amas

“Untuk menjaga suasana kebatinan, kebangsaan kita ditengah-tengah pemukiman Kota Serang yang mayoritas tidak merayakan Natal, juga agar dapat menjaga suasana lebih kondusif,” imbuhnya.

Baca Juga:  Sudah Gasak 1080 Motor, Sindikat Curanmor Dibekuk Polresta Tangerang

Bagi warga yang tidak merayakan Natal, agar turut serta menjaga ketertiban, tidak terprovokasi oleh siapapun yang hendak membuat keonaran.

“Bagi para pengusaha, pemilik pertokoan, pabrik, super mall, hotel, di seluruh Kota Serang, agar tidak memasangkan atribut Natal kepada karyawanya yang beragama Islam, dan jika ada karyawan yang merasa tertekan dan menggunakan atribut Natal tersebut agar tidak ragu melaporkan kepada aparat kepolisian atas dasar pemaksaan atribut agama tertentu,” ungkapnya.

Semua warga apapun, agama tradisi keyakinan dan adat budayanya harus mengedepankan kebangsaan berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

Sedangkan bagi seluruh warga yang merayakan tahun baru 2020 agar tidak diisi dengan kegiatan hura-hura, melainkan diisi dengan rasa syukur telah dianugerahi kehidupan panjang umur hingga tahun tiba, dan untuk dimanfaatkan sebaik baiknya beribadah kepada Tuhan.

Baca Juga:  Warga Perum P&K Datangi Pengembang Puri Stadion Soal Pagar yang Dibongkar Secara Paksa

“Meratakan tahun baru itu sendiri boleh-boleh saja, asal sepanjang isinya bukan untuk dilakukan maksiat,” tukasnya. (01/Red)