Kemenpora: PSSI Harus Transparan Soal Hibah FIFA dan AFC

Ist

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengingatkan kepada pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) agar lebih transparan dalam penggunaan dana bantuan asing. Hal itu ditegaskan oleh Gatot S Dewabroto, selaku Deputi IV Bidang Olah Raga Prestasi Kemenpora kepada wartawan usai mendapatkan info PSSI segera peroleh bantuan dana segar 600.000 dolar AS atau sekitar Rp 8 Miliar dari AFC dan FIFA.

Transparansi penggunaan dana bantuan asing tersebut tidak lepas dari ketentuan dalam Undang-Undang Keterbukaaan Informasi Publik yang mensyarakatkan Badan Publik (BP) seperti PSSI harus membuka informasi publiknya. UU KIP menyebutkan bahwa BP adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh anggaran kegiatannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau Organisasi Non Pemerintah sepanjang sebagian atau seluruh anggaran kegiatannya bersumber dari APBN/APBD, sumbangan masyarakat dan/atau bantuan luar negeri.

Baca Juga:  Pemprov Banten Raih Apresiasi Dari Kementerian Keuangan Atas Predikat WTP 2019

Menurut informasi yang dikutip dari vivanews pada Senin (13/2), bantuan yang diberikan oleh kedua lemabaga sepakbola dunia Asia dan Dunia itu demi untuk memajukan persepakbolaan Indonesia PSSI. Disebutkan PSSI mendapatkan bantuan dana dari Federasi Sepakbola Asia (AFC) dan Badan Induk Sepakbola Dunia FIFA). Bantuan ini berupa suntikan dana segar.

PSSI akan mendapat bantuan sebesar US$600 ribu atau setara dengan Rp8 miliar dari AFC. Dana tersebut diberikan karena Indonesia masuk program prioritas mereka. Sejumlah perwakilan AFC pada Selasa 7 Februari 2017 lalu, datang ke kantor PSSI di Grand Rubina, Kuningan, Jakarta. Mereka disambut langsung oleh Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, beserta jajarannya.

Baca Juga:  Polda Banten dan APH Daerah Gelar Rakor Percepatan Penyerapan Anggaran PEN

Selain itu, PSSI mendapatkan dana bantuan dari FIFA terkait rencana pembentukan Badan Penyelesaian Sengketa Nasional, atau yang dikenal dengan National Dispute Resolution Chambers (NDRC). Perwakilan FIFA, James Johnson, selaku Head of Profesional Football, hadir ke Indonesia guna membahas pembentukan NDRC.

Dalam berita sebelumnya, James sudah mengungkap jika Indonesia menjadi salah satu dari empat negara yang akan jadi pilot project NDRC. Wakil Ketua umum PSSI, Joko Driyono mengatakan, PSSI nantinya akan mendapatkan bantuan dana dari FIFA untuk pembentukan NDRC. FIFA akan memberikan bantuan dana sebesar USD40 ribu, atau setara dengan Rp533 juta.

Dengan bantuan ini, Gatot S Dewabroto mengimbau agar PSSI bisa menggunakan uang secara efektif dan transparan. “Dana itu bukan APBN, jadi PSSI tak wajib melaporkan kepada Kemenpora, beda cerita kalau APBN, itu baru wajib melaporkan,” kata Gatot kepada VIVA.co.id

Baca Juga:  Bupati Tuba Winarti Beri Bantuan Kepada Kelompok Wanita Kreatif

“Meski tidak wajib melaporkan, kami imbau agar dana bantuan tersebut bisa digunakan secara jelas dan optimal. Sebab, saat ini AFC dan FIFA sudah menaruh kepercayaan besar kepada kita. Kemenpora juga tidak ikut campur soal pengalokasian dana, itu kewenangan penuh PSSI,” ujarnya.

Saat disinggung apakah nantinya Kemenpora juga akan memberikan bantuan serupa, Gatot memerikan anggukan kepala. Hanya saja, dia belum mau mengatakan secara rinci berapa besar bantuan yang akan diberikan.

 

Sumber