Jual Ribuan Obat-obatan Terlarang, IS diamankan Satresnarkoba Polres Pandeglang

BeritaTransparansi.co.id, Pandeglang – Satresnarkoba Polres Pandeglang Polda Banten berhasil mengamankan pelaku kasus Tindak Pidana (TP) penjual obat-obatan terlarang di warung yang beralamat di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Rabu (2/10/2019).

Kapolres Pandeglang Akbp Indra Lutrianto Amstono S.H., M. Si kepada awak media, Jum’at (4/10/2019) membenarkan ungkap kasus Tindak Pidana penjualan obat-obatan terlarang dengan laporan Nomor. : LP / 171 / X / RES.4.3 / Resnarkoba Tanggal : 03 Oktober 2019.

“Bedasarkan hasil pengembangan dari Awalnya telah diamankan seorang laki-laki bernama MR diwarungnya di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten yang mana pada saat di amankan memiliki 12 (dua) belas butir obat tablet warna kuning yang bertuliskan mf (HEXYMER),” Katanya.

Baca Juga:  Jelang Pemilu 2020, Kapolri Keluarkan Maklumat Tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan

Kemudian ia menyampaikan saat MR di interogasi oleh petugas MR mengaku obat tersebut di dapat dari IS (37) yang bertempat tinggal di Klinik GH milik IW yang beralamat di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten

“selanjutnya di lakukan pengembangan namun IS (37) tidak berada di tempat, kemudian dilakukan interogasi kepada SM yang baru datang ke klinik, SM mengaku bahwa IS (37) tidak berada di tempat tinggalnya, dan tidak di temukan barang bukti apapun, bedasarkan informasi IS (37) berada di rumah kontrakannya,” Ujarnya.

Selanjutnya tim menuju tempat tinggal saudara IS (37) tepatnya di kamarnya yang beralamat di Kampung Kadugading, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten

Baca Juga:  Tersengat Aliran Listrik, Seorang Pekerja OB di Kantor Desa Kadukempong Tewas Ditempat

“tim melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa ribuan obat-obatan terlarang, dengan total keseluruhan hitungan BB obat yang disita di TKP 1,2 dan 3, obat HEXIMER 341.202 butir, obat merk TRIHEXYPHENIDYL (K) berjumlah 17.000 butir, obat merk TRAMADOL HCI berjumlah 2.950 butir, obat Tablet warna putih (Polos) berjumlah 2.752 butir,” Tungkasnya.

“”Hasil interogasi tersangka, mengakui kesemuanya barang bukti tersebut miliknya.
Untuk proses penyidikan lebih lanjut kemudian tersangka dan barang bukti diamankan ke kantor Satuan Reserse Narkoba Polres Pandeglang,” Ujarnya.

Kemudian ia menyampaikan bahwa untuk tersangka akan kita kenakan Pasal 197 juncto pasal 106 ayat (1) subsider pasal 196 juncto pasal 98 ayat (2) dan ayat (3), UU. RI.No.36 tahun 2009 tentang kesehatan

Baca Juga:  6 Pejabat Utama Polres Serang Kota Resmi Diserahterimakan

“Pasal 197 menentukan bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah),” Ujarnya.