Jokowi: Perekonomian Lampung Capai 5,15 Persen diatas Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas tentang Lampung, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/3). Tampak hadir Gubernur Lampung Ridho Ficardo. (Foto: Deny. S/Humas)
Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas tentang Lampung, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/3). Tampak hadir Gubernur Lampung Ridho Ficardo. (Foto: Deny. S/Humas)

 

Beritatransparansi.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan rapat terbatas tentang hasil Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis dan Program Prioritas di Provinsi Lampung, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/3/17).

 

Seperti dilansir dari laman web setneg.go.id, Jokowi menilai perekonomian di berbagai daerah termasuk daerah-daerah diluar pulau Jawa sudah mulai semakin tumbuh lebih cepat, sebagai contoh perekonomian di Provinsi Lampung yang bisa tumbuh sebesar 5,15 persen diatas pertumbuhan ekonomi nasional.

 

“Saya yakin untuk ke depan, perekonomian Provinsi Lampung akan bisa tumbuh lebih cepat, dengan catatan betul-betul bisa fokus bekerja menggarap apa yang menjadi sektor unggulan, mengembangkan apa yang menjadi core business Provinsi Lampung,” tutur Presiden.

 

Menurutnya, Provinsi Lampung memiliki potensi besar dalam bidang pertanian, perikanan, perkebunan yang menyumbang 31,4 persen PDRB (Product Domestic Regional Brutto) Lampung, diikuti oleh industri pengolahan sebesar 18,8 persen.

 

“Untuk bisa tumbuh lebih cepat lagi, infrastruktur pendukung harus dibenahi, baik infrastruktur transportasi, jalan tol Trans-Sumatera, pembangkit listrik, cold storage untuk sektor perikanan, maupun bendungan dan saluran irigasi yang memadai untuk penunjang sektor pertanian,” ujarnya.

 

Lampung merupakan pintu gerbang yang menghubungkan pulu Sumatera dan Pulau Jawa, Untuk itu Presiden meminta dilakukan langkah-langkah perbaikan yang bersifat sistemik dan menyeluruh terhadap penyeberangan Bakauheni-Merak, mulai dari waktu tunggu sandar yang masih agak lama, sarana prasarana pendukung yang tidak representatif, dan masih rendahnya aksesibilitas menuju ke pelabuhan.

 

Diketahui, dalam rapat terbatas tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Gubernur Lampung Ridho Ficardo. (bt/humas setneg)