Hasil Penyelidikan Vaksin Palsu Harus Dibuka

Beritatransparansi.com, SERANG – Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten mendorong pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk mengumumkan hasil uji laboratorium dan rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu di Banten. Sebab hal tersebut sangat dinantikan publik untuk menghilangkan keresahan dan melakukan imunisasi ulang jika terbukti vaksin yang diberikan merupakan vaksin palsu.

“BPOM yang sedang melakukan penyelidikan terhadap rumah sakit yang juga menggunakan atau tidak menggunakan vaksin palsu, sebaiknya dan seharusnya mengumumkan hasil dari penyelidikan itu. Ini sesuai dengan UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” kata Komisioner KI Banten, Ade Jahran seperti yang dilansir dari bantennews.co.id, Sabtu (16/7/2016).

Baca Juga:  Salurkan Bantuan Alsintan, Bupati Serang Ajak Petani Menanam Jagung

Ade menjelaskan, Pasal 10 menyebutkan mengenai informasi serta-merta. “Artinya informasi tersebut sangat penting sekali. Masyarakat sedang menunggu hasil dari BPOM itu. Karena itu menyangkut hajat hidup orang banyak,” tutur Ade.

Dengan UU tersebut, lanjut Ade, tidak ada alasan BPOM untuk tidak mengumumkan hasil uji laboratorium. Kendati demikian, Ade juga menyebutkan pada Pasal 17 memang ada informasi yang tidak bisa dipublikasikan karena masih dalam tahap penyelidikan atau tahap masih pemeriksaan laboratorium.

“Kalau masih diperiksa di laboratorium memang itu tidak boleh. Tetapi jika sudah ada hasilnya, itu harus diumumkan kepada publik supaya masyarakat tidak resah. Masyarakat biasanya menunggu kejelasan,” paparnya.

Jika sampai tidak diumumkan, Ade melanjutkan masyarakat akan bertanya-tanya. “Ini justru menjadi kekhawatiran dan menjadi kegaduhan,” pungkasnya.

Baca Juga:  1 Minggu, Satresnarkoba Polresta Tangerang Tangkap 13 Tersangka Penjual Obat Keras Tanpa Izin

Sumber bantennews.co.id