Hakim Tolak Banding Terdakwa Pembunuhan dan Pemerkosaan Gadis Baduy

Beritatransparansi.co.id, SERANG – Pengadilan Tinggi Banten memutuskan banding terdakwa pembunuhan dan pemerkosaan gadis Baduy, Muhammad Saeful alias Apung ditolak. Saepul tetap dihukum mati sesuai putusan Pengadilan Negeri Rangkasbitung, Lebak, Banten.

“Kami akhirnya sepakat menghukum terdakwa atas nama Muhammad Saeful alias Apung dengan hukuman mati,” kata Humas PT Banten Binsar Gultom saat dikonfirmasi. Kamis, (23/4/2020).

Putusan banding sesuai hasil sidang pada Rabu (22/3) kemarin dengan majelis hakim yang diketuai Ennid Hasanudin, hakim anggota Iersyaf dan Binsar M Gultom.

Dijelaskan hakim kopi bersianida itu, alasan penolakan banding itu karena majelis berpendapat bahwa perbuatan terdakwa sangat keji, kejam dan sadis dengan membunuh dan memperkosa gadis Baduy yang masih berumur 13 tahun.

Baca Juga:  Pasutri Mencuri Motor di Pasar Kemis Tangerang Sambil Bawa Anak

“Awalnya karena yang mencabut nyawa manusia kan hanya tuhan, akan tapi setalh kami pertimbangan prilaku kebiadaban kesadiasan dari pada terdakwa sangat diluar batas kemanusiaan,” ujar Binsar.

Untuk diketahui, terdakwa Saeful mengajukan banding setelah Pengadilan Negeri Rangkasbitung menjatuhkan vonis mati pada Selasa 12 Maret 2020 lalu.

Majelis hakim yang diketuai Subchi Eko Putro saat itu menyatakan, terdakwa Apung Muhammad Saeful terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti melanggar pasal 340 KUHP dan 81 ayat (1) Undang-Undang 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Sementara Penasehat Hukum terdakwa, Koswara Purwasasmita mengaku belum menerima putusan banding resmi dari Kejaksaan Negeri Lebak. Namun, dengan sudah ditolaknya upaya banding dirinya akan melakukan langkah hukum selanjutnya yakni kasasi.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Z dan F Terkait Shabu dan Obat Terlarang

“Tentu kami akan persiapkan upaya hukum selanjutnya dengan mengajukan kasasi,” ujar Koswara. (Do)