H+2 Idul Fitri, SM Pelaku Begal Berhasil diciduk Tim Tekab Polres Lamteng

BeritaTransparansi.co.id, Lampung Tengah – Pasca bulan suci ramadhan 1440 H beberapa hari lalu seharusnya bisa dirasakan dan disambut dengan kegembiraan karena sudah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

Hari Raya idul fitri menjadi momentum penting untuk bisa berkumpul bersama rekan sahabat dan keluarga. Namun hal itu hanya dapat dirasakan satu hari saja oleh SM karena ia harus mendekam di jeruji besi akibat perbuatannya.

SM Remaja berusia 18 tahun terduga Pelaku Pencurian dan Kekerasan (curas) berhasil di bekuk oleh Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Lampung Tengah.

Dalam aksinya, Pelaku tidak tanggung-tanggung berani sampai menghilangkan nyawa korbannya.

SM terduga pelaku pembegalan yang beraksi di Kecamatan Pubian Kabupaten Lampung Tengah ini berhasil diringkus polisi pada hari Kamis 06 Juni 2019 sekira jam 13.00 WIB.

Baca Juga:  KI Kalbar Studi Banding ke KI Banten Bicarakan Soal PSI

“SM kita tangkap pada hari kamis (6/6/19) pukul 13.00 WIB saat berada ditempat keluarganya di daerah Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara,” ungkap Kapolres Lamteng Ajun Komisaris Besar I Made Rasma, melalui Kasat Reskrim AKP Yuda Wiranegara, Jum’at (8/7).

Dikatakan Yuda, Penangkapan SM tersebut berdasarkan atas laporan dari istri korban pada tanggal 29 Mei 2019 lalu yang selamat dari aksi pembegalan yang di lakukan oleh SM pada saat itu.

“Korban atas nama Jumikun bersama Istrinya bernama Suci Lestari melintas di lokasi tersebut lalu dihadang oleh dua Pelaku dan berhasil memberhentikan kendaraan korban,” ungkap Yuda.

“Kemudian Pelaku menusuk Korban Jumikun beberapa kali dan mengambil Sepeda Motor honda Beat bernomor polisi F 3582 FAI warna hitam, dan dibawa kabur Pelaku, dan korban ditolong masyarakat sekitar namun nyawanya tidak tertolong,” terangnya.

Baca Juga:  Menpan RB Resmikan Mall Pelayanan Publik Pemkab Tulangbawang

Guna pengembangan dan penyidikan lebih lanjut, tersangka SM diamankan di Mapolres Lampung Tengah, sementara rekan pelaku lainnya masih buron.

“Akibat perbuatannya tersangka SM terancam pasal 365 KUHPidana dengan Ancaman hukuman 20 tahun penjara, Seumur hidup atau hukuman mati,” tegas AKP Yuda Wiranegara. (tom/abt)