Gerakan Pemuda Banten Desak Pemkot Serang Serius Urus Warga Terdampak Covid -19

BeritaTransparansi.co.id, Serang – Gerakan Pemuda Banten meminta kepada Pemerintah Kota Serang untuk serius dalam melindungi warganya dari penyebaran virus Corona (Covid-19).

Gerakan Pemuda Banten juga meminta kepada Pemkot Serang untuk meminta maaf atas meninggalnya seorang warganya yang diketahui sempat viral karena tidak makan selama dua hari.

“Kami Gerakan Pemuda Banten turut berdukacita atas meninggal dunia Ibu Yuli warga Kelurahan Lontar Baru, Kota Serang, Banten, hari ini jam 15.00. Ibu Yuli viral menahan lapar tidak makan cuma minum air galon selama dua hari dampak penanganan Covid-19 yang lambat, Semoga husnul khotimah. Aamiin,” ungkap Presidium Gerakan Pemuda Banten, Muhammad Iqbal dalam keterangannya, Senin (20/4).

Baca Juga:  DPP PKS Resmi Usung Helldy - Sanuji di Pilkada Cilegon

Iqbal berharap, kejadian serupa tidak kembali terjadi di Kota Serang. Hal tersebut mengingat Kota Serang adalah ibu kota Provinsi Banten. Menurutnya, lokasi rumah warganya yang meninggal akibat tidak makan selama dua hari tidak jauh dari rumah dinas Gubernur Banten dan Walikota Serang.

“Ini menunjukkan bahwa program Bantuan yang diberikan pemerintah belum dirasakan oleh masyarakat seluruhnya,” kata dia.

GPK meminta kepada walikota Serang untuk melakukan evaluasi menyeluruh yang berkaitan dengan penanganan penyebaran covid-19 dan program Bantuan pemerintah. Baik pusat dan daerah.

“Adanya berita bahwa warga kota serang tidak makan selama dua hari menjelaskan bahwa bantuan dan program pencegahan dari pemerintah tidak berjalan,” kata dia.

Baca Juga:  KMP Musthika Kencana Ditabrak KMP Wira Berlian di Pelabuhan Merak

Dampak virus corona yang terus meluas membuat banyak masyarakat kesulitan, terutama mereka yang mengandalkan upah harian. Seperti yang terjadi pada satu keluarga di Serang, Banten, seorang warga bernama Yuli Nur Amelia (42) bersama suami dan 4 orang anaknya kelaparan dan harus bertahan hanya dengan minum air putih karena tidak memiliki uang untuk membeli beras.

Yuli dan keluarga yang tinggal di Kelurahan Lontarbaru, Kecamatan Serang, Kota serang, selama ini hanya bergantung dari penghasilan suami yang bekerja sebagai pengangkut sampah. Namun selama wabah corona, suaminya tidak lagi bekerja.

Kisah Yuli dan keluarganya ini diunggah di media sosial dan viral. Setelah kisahnya ramai dibahas, Yuli akhirnya mendapat bantuan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, partai politik hingga relawan kemanusiaan di Kota Serang.

Baca Juga:  Semakin Melonjak Pasien Positif Covid-19 Di Kota Serang, Syafrudin Cek Kesiapan Dinkes

Tak lama setelah mendapat bantuan, Yuli dikabarkan meninggal dunia. Menurut Lurah Lontar Baru, Dede Sudrajat, pihaknya mengetahui informasi tersebut dari RT/ RW lingkungan Lontar Baru. Yuli meninggal sore tadi, Senin (20/4) sekitar pukul 15:30 WIB. (Red)