Gelar Bintek, BPKAD Banten Tingkatkan Pelayanan Pembayaran Gaji Pegawai

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

Beritatransparansi.com, SERANG – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten menggelar Bimbingan Teknis (Bintek) pengelolaan penatausahaan keuangan daerah guna mempercepat peningkatan kualitas akuntabilitas keuangan daerah yang efektif, transparan dan akuntabel serta meningkatkan pemahaman bagi para bendahara gaji Struktur Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di lingkungan pemerintah provinsi Banten.

 

“Ini juga dalam rangka meningkatkan kepatuhan terhadap perundang-undangan dan meningkatkan kualitas laporan keuangan keuangan dan tata kelola sesuai dengan amanat intruksi presiden No. 4 Tahun 2011 tentang percepatan peningkatan akuntabilitas keuangan negara, makanya perlu untuk lebih mengintensifkan peningkatan kapasitas aparatur melalui Bintek ini,” kata Kepala BPKAD Nandy Mulya S, Rabu, (1/3/2017)

 

Dihadapan seluruh Bendahara Keuangan SKPD, Nandy menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar para pegawai memahami peraturan yang mendasari penggajian Pegawai Negeri Sipil (PNS), mengetahui sistem dan prosedur pelaksanaan penggajian, dapat memberikan berbagai informasi tambahan terkait dengan gaji dan kepegawaian kepada pimpinan maupun satuan kerja terkait dan dapat memberikan data pelaksanaan penggajian SKPD yang aplikabel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:  Pemkab dan DPRD Tulang Bawang Sahkan Propemperda 2021

 

“Kita juga ditahun ini berupaya agar pemprov yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban dan pengawasan keuangan daerah harus memenuhi azas efektif, efisien transaparansi dan bertanggung jawab agar dapat memperhatikan azas keadilan dan keputusan,” jelasnya.

 

“Saya berharap dengan Bintek ini dapat dipahami secara jelas sehingga dengan adanya tertib administrasi keuangan semua kegiatan pemerintah dapar di pertanggungjawabkan secara benar, ” sambungnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Kasubid Perbendaharaan di BPKAD Pujo Laksana mengatakan, Bintek difokuskan kepada para bendahara keuangan SKPD di Pemprov Banten.
“Ini bagian dari peningkatan pelayanan kita kepada SKPD terutama bagi para bendahara keuangan khusunya yang menangani pemiliharaan gaji pegawai di 2017 dan menerima kepegawaian kab/kota terkait guru,” katanya.
Pujo menjelaskan saat ini jika jumlah pegawai di lingkungan pemerintah provinsi ada 4000 pegawai yang akan ditambah dari Kabupaten/Kota karena peralihan kewenangan sebanyak 6000 guru.

Baca Juga:  KI Kalbar Studi Banding ke KI Banten Bicarakan Soal PSI

 

“6000 sekian ditambah yang ada 4000 jadi 10 ribu, yang biasa kita membayar Rp17 miliar per bulan sekarang Rp 44 miliar ini memerlukan kesiapan disetiap SKPD nya karena itu kami mengadakan pelatihan bagi teman-teman yang melayani gaji agar pelayanan tidak memghambat,” ungkapnya.

 

Bagiamana caranya, lanjut Pujo, dengan meningkatkan pelayanan kerja dalam pembayaran gaji yang sesuai perundang undangan, dan hal-hal yang perlu ditindaklanjuti dalam pembayaran gaji adalah kebenaran dan kelengkapan dokumen karena didalam gaji ada tiga komponen.

 

“Penghasilan diantaranya gaji pokok, tunjangan isti, anak, jabatan struktural, jabatan fungsional umum, fungsionalnya, bpjsnya pajak penghasilannya. Potongan diantaranya, Iuaran wajib PNS, iuran BPJS, tabungan perumahan, ini adalah komponen yang memang harus diperhatikan juga,” ungkapnya.
Maka dari itu, butuh penguatan dari SDM yang ada agar maksimal. “Ini kan butuh ketelitian dalam verifikasi yang harus benar makanya kita lakukan penguatan kepada sdm yang kita punya,” sambungnya.

Baca Juga:  Menpan RB Resmikan Mall Pelayanan Publik Pemkab Tulangbawang

 

Adapun sempat terkendala, Pujo mengaku semua proses sudah mulai berjalan lancar. “Kendala sudah kita lewati saat pembayaran bulan Januari, karena rekening kas daerahnya pindah kita harus bayar guru-guru di kab/kota. Target kita kan bagaimana teman-teman guru di Januari tidak ada masalah, tapi alhamdulillah sudah kita lewati kendala itu, akibat bekerja sama dengan Bank banten juga, sudah mulai on the track,” pungkasnya. (Adv)