FKPT Provinsi Banten Ajak Masyarakat Tidak Mudah Terpovokasi Terhadap Gerakan Radikalisme

Beritatransparansi.com, SERANG - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten gelar Diseminasi ‘Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers Dalam Meliput Isu-isu Terorisme,” di D’wiza Resto, Jalan Syeikh Nawawi Albantani No 20, Banjarsari Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa (29/11/2016).
Beritatransparansi.com, SERANG - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten gelar Diseminasi ‘Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers Dalam Meliput Isu-isu Terorisme,” di D’wiza Resto, Jalan Syeikh Nawawi Albantani No 20, Banjarsari Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa (29/11/2016).

Beritatransparansi.com, SERANG – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten gelar Diseminasi ‘Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers Dalam Meliput Isu-isu Terorisme,” di D’wiza Resto, Jalan Syeikh Nawawi Albantani No 20, Banjarsari Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa (29/11).

 

Ketua Pelaksana kegiatan, DR. H. Amas Tadjuddin, S.Ag., M.M menyatakan bahwa tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah diseminasi terhadap keterlibatan masyarakat khususnya media pers dalam rangka upaya pencegahan paham radikalisme di Provinsi Banten.

 

Harapan utamanya, tambah Amas Tadjuddin, tentu melalui media, dapat melakukan efektifitas penyampaian pesan kepada masyarakat agar masyarakat tidak terpovokasi dan terlalu sangat mudah menerima paham kelompok gerakan radikalisme.

Baca Juga:  Menpan RB Resmikan Mall Pelayanan Publik Pemkab Tulangbawang

 

“Masyarakat jangan sampe terkecoh oleh mereka (paham radikal-Red) yang kadang mengetengahkan isu-isu agama seolah-olah itu adalah berasal dari sebuah ajaran agama, padahal nyatanya tidak,” ujarnya kepada beritatransparansi.com.

 

Diketahui, pada kegiatan ini juga dihadiri oleh Ali Fauzi Manzi yang merupakan mantan narapidana terorisme sekaligus juga adik kandung dari terpidana mati kasus ledakan bom bali Amrozi dan Muchlas. Hadir juga Iwan yang merupakan salah satu korban bom mobil di depan kedubes Australia beberapa waktu lalu. (bt/red)