FKPT Banten Kunjungi Lapas Cilegon yang Terintegrasi Tiga Napiter

BT, Cilegon – Dalam rangka deradikalisasi Mabes Polri yang di dampingi FKPT Banten melakukan Giat Dialog dengan Narapidana Teroris (Napiter) di Lapas Cilegon, Selasa, (23/02/2021).

Kegiatan ini bertujuan untuk menetralkan dan membersihkan pemikiran-pemikiran radikalisme Sehingga mereka bisa kembali menjadi masyarkat yang memiliki rasa cinta kepada tanah air.

Di sana, rombongan berdialog dengan 3 napi teroris yang berasal dari jaringan salafi, Wahabi dan alumni pondok pesantren. Dalam dialog tersebut, Ketua FKPT Banten Amas Tadjuddin sempat menguji pengetahuan kebangsaan para napi teroris.

Dalam dialog tersebut terungkap bahwa mereka (para napiter) terpapar faham radikalis teroris dikarenakan mempunyai pemahaman keagamaan yang eklusif, sempit dan kurangnya literasi kegamamaan.

Baca Juga:  Di Acara TV, Bupati Tuba Sampaikan Program Kerja

“Saya pergi kesyuriah bergabung dengan ISIS untuk hijrah dan berjihad” tutur salah seorang napiter.

Sementara itu K.H. Amas Tadjuddin juga menyatakan bahwa seharusnya para napiter dalam memahami agama haruslah paripurna, komotehensif dan memperhatikan istimbat hukumnya serta tidak sembarangan menafsirkan ayat Al qur’an.

Selain mendapatkan pengetahuan melalui liqo’an dengan kelompoknya sendiri, para napiter mendapatkan pengetahuan agama melalui media internet. (tob/Red)