FKPT Banten Hadiri Rakernas di Jakarta

FKPT Banten Hadiri Rapat Kerja Nasional se-Indonesia yang bertajuk Kearifan Lokal Cegah Radikal Terorisme di Hotel Sultan Jln Gatot Subroto, Jakarta, dari tanggal 21 hingga 24 Februari 2017 mendatang, Jakarta, Selasa (21/2).
FKPT Banten Hadiri Rapat Kerja Nasional se-Indonesia yang bertajuk Kearifan Lokal Cegah Radikal Terorisme di Hotel Sultan Jln Gatot Subroto, Jakarta, dari tanggal 21 hingga 24 Februari 2017 mendatang, Jakarta, Selasa (21/2).

Beritatransparansi.com, Jakarta – Subdit Kewaspadaan pada Direktorat Pencegahan Kedeputian I Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Rapat Kerja Nasional se-Indonesia yang bertajuk Kearifan Lokal Cegah Radikal Terorisme di Hotel Sultan Jln Gatot Subroto, Jakarta, dari tanggal 21 hingga 24 Februari 2017 mendatang. Kegiatan ini diikuti oleh 32 FKPT Provinsi se-Indonesia, Jakarta, Selasa (21/2).

 

Rapat Kerja Nasional ini hadir dan dibuka oleh Kepala BNPT RI Komjen Pol Suhardi Alius, para deputi dan Direktur serta pejabat BNPT RI.

 

Pada kesempatan tersebut Pengurus FKPT Banten hadir lengkap diantaranya Brigjen Pol (purn) Hj Rumiah K, S.Pd., MH, Amas Tadjuddin, Alamsyah Basri, Ahmad Imron, Edah Junaedah, Eneng Purwanti, dan H Toni Anwar Mahmud serta Asep Hudori staff sekretariat.

Kepada beritatransparansi.com, Amas Tadjuddin selaku Sekertaris FKPT Banten menyampaikan bahwa Rakernas membahas program kerja nasional dan daerah dalam rangka upaya pencegahan radikal terorisme di Indonesia.

 

“Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme merupakan kepanjangan tangan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di daerah dalam bidang pencegahan,” lanjut Amas.

 

Secara khusus Amas Tadjuddin yang juga sebagai sekretaris umum MUI Kota Serang menginformasikan bahwa program kerja FKPT sebagaimana arahan Ibu Hj Rumiah selaku Ketua FKPT Banten pada intinya meliputi program umum pencegahan langsung dibawah kendali BNPT RI dan program pencegahan di daerah melibatkan seluruh komponen masyarakat kerjasama dukungan dari pemerintah daerah.

 

“Provinsi Banten sebagaimana dilansir BNPT RI merupakan “zona merah” tumbuh kembangnya faham radikal terorisme, sebut saja para pelaku yang telah diputus pengadilan sebagai teroris banyak berasal dari Banten. Oleh karena itu FKPT bersama seluruh komponen masyarakat Banten tidak boleh lengah apalagi berhenti dalam berupaya melakukan pencegahan radikal terorisme, dan tentu saja upaya dimaksud harus didukung pemerintah daerah terutama fasilitasi masalah pembiayaan dan operasional serta kebutuhan lainya,” kata Amas Tadjuddin menyampaikan rilisnya disela-sela Rakernas. (bt/red)